Persamaan Empati dan Simpati

Ketika musim hujan tiba, hampir seluruh wilayah ibukota terendam banjir. Jajaran Pemprov DKI dibantu oleh PMI, LSM Kesehatan, berbagai perusahaan pharmasi melalui team CSR (Corporate Social Responsibility) dan masyarakat khususnya ibu-ibu dari berbagai kelompok terjun langsung menangani korban dengan cara mempersiapkan perahu untuk evakuasi, pengadaan obat-obatan, bantuan pakaian dan selimut serta membuka dapur umum. Kegotong royongan ini merupakan empati warga masyarakat sebagai wujud tindakan kemanusiaan.

Kementerian Kesejahteraan Rakyat (Kemenkesra) menyampaikan rasa simpati nya kepada semua pihak (Penolong) yang hampir rutin tiap tahun membantu meringankan korban.

Continue reading “Persamaan Empati dan Simpati”

Etika, Teknologi, dan Kredo Komunikasi

Ada tiga ciri yang dapat dirasakan dalam era teknologi komunikasi yaitu:

1. Mengatasi jarak geografis, secara teknologi mutakhir sudah membentuk jaringan global Internet menjadi system syaraf global yang mengalirkan informasi dengan cepat tanpa batas dan batasan karena sensor lalu lintas informasi hamper mustahil dilakukan

2. Kecepatan, penyampaian informasi tidak lagi menunggu peristiwa usai bahkan karya jurnalistik bisa disampaikan ketika peristiwa berlangsung

3. Volume informasi, kecepatan dan penyimpanan informasi begitu besar serta variasi informasi merangsang manusia ber kreasi menyebar informasi sehingga jumlah produksi informasi pun meningkat
Perkembangan tersebut juga merubah cara manusia berkomunikasi dan melahirkan segmentasi keahlian (spesialis) manusia dalam pengetahuan. Sehingga manusia juga memerlukan lawan bicara khusus dan ini membawa permasalahan baru yaitu sensibilitas. Perbedaan sensibilitas antara spesialis tsb ada pada cara pandang para spesialis terhadap lingkungan sekelilingnya dari perspektif bidang spesialisnya.
Di era teknologi komunikasi dan informasi mutakhir memungkinkan serba cepat dan seketika itu kini terwujud yang mengubah peta komunikasi dan perilaku manusia.

Continue reading “Etika, Teknologi, dan Kredo Komunikasi”

Humas Pemerintah dan Non Pemerintah

DAFTAR LITERATUR
Hubungan Masyarakat– Liestianingsih Dwi Dayanti, Frida Kusumastuti, Ratih Puspo
Pengantar Ilmu Politik – Miriam Budiardjo dkk
Komunikasi Politik – Soemarno AP
Ethic PR – Patricia Parsons

I. HUMAS DI ORGANISASI POLITIK

• Setelah Orde Baru tumbang, Orde Reformasi nampaknya ingin membangun kehidupan politik yang dinamis dan demokrasi
• Dalam 10 tahun terjadi empat kali pergantian Presiden di Indonesia
• Dalam perjalanan sejarah sistem politik Indonesia seperti yang ditulis oleh Miriam Budiardjo, Indonesia tidak mengenal pemisahan kekuasaan tetapi menganut pembagian kekuasaan.
• Pada era keterbukaan terbuka ruang Opini Publik yang dinamis
• Rakyat punya kesempatan mengamati ‘tingkah polah’ pemerintah
• Kehidupan partai politik juga semakin marak
• Banyak figure baru dari tokoh muda dengan berbagai upaya mendekati rakyat untuk perebutan ‘kursi nyaman’ di lembaga legislatif
• Persaingan merebut hati rakyat dilakukan dengan berbagai cara, berlomba berdialog dan bersosialisasi
• Banyak muncul humas-humas sebagai lahan baru yang selama ini tidak digarap i.e corong atau ‘tim sukses’ untuk mengatur strategi pemenangan perolehan suara

Continue reading “Humas Pemerintah dan Non Pemerintah”

Etika Media

Daftar Literatur:
• Komunikasi Massa – Billy K Sarwono dkk, Dr. Turnomo Rahardjo Msi, Drs. Bobi Guntarto MA
ETIKA:
• Etika adalah hal-hal berkaitan bagaimana meberi makna terhadap kehidupan (Jaksa & Pritchard, 1994:3)
• Etika segala sesuatu yang bisa menjawab benar – salah, jujur – bohong, perhatian atau mengabaikan, baik – buruk, tanggung jawab – pengecut
• Etika mengarah pada kebajikan (virtue), keburukan (vice)
• Etika mengarah pada aturan-aturan (moral), yang digunakan sebagai pedoman untuk melakukan evaluasi perilaku
• Etika adalah standar perilaku ; Moral adalah kemampuan memahami perbedaan benar-salah dalam segala situasi, apakah diatur oleh hukum, kebijakan formal atau tidak sama sekali (Straubhaar, LaRose, Dovenport 2012:473)

ETIKA MEDIA:
• Cara pandang teoritis etika media tidak saja perlu dipahami para profesional media (wartawan) tetapi juga masyarakat pengguna media diantaranya Humas
• Etika media (jurnalistik) adalah cabang Filsafat yang membantu wartawan menentukan benar untuk dilakukan
• Praktek media bersinggungan dengan kecermatan (accuracy), kebenaran (truthful), kejujuran (fairness) dan keleluasaan pribadi (privacy)
• Media tidak bisa sepenuhnya independen dan obyektif karena isi media dibentuk berbagai faktor yang menghasilkan realitas
• Ada kekuatan-kekuatan di dalam dan di luar yang mempengaruhi peristiwa yang disampaikan ke masyarakat
• Dampak program, pemberitaan, iklan mempengaruhi perilaku
• Masih ingat: Anak korban smackdown, anak penggemar Limbad yang mati terlilit tali, PRT yang bermake up dan ber-HP
Continue reading “Etika Media”

Etika, Norma, Kaidah, dan Etiket

Pengertian ETIKA
• Menurut William Benton (Encyclopedia Britanic, 1972) berasal dari Bahasa Yunani Ethos yang berarti karakter. Adalah studi yang sistematis dari konsep-konsep nilai baik-buruk, haus, benar-salah, susila atau tidak susila yang membenarkan kita dalam penerapannya dalam segala hal disebut Filsafat Moral.
• Etika sering diartikan sama dengan Moral.
• Frans Magnis Suseno (Etika Dasar)
• Etika: sistim pengkajian tentang Akhlaq. Frans Magnis Suseno (FMS): menyebutnya sebagai pemikiran kritis, ilmu dan bukan ajaran (bisa diikuti atau ditolak)
• Moral: yang dikaji sebagai obyek; perbuatan. FMS menyampaikan sumber moral adalah tradisi/ adat istiadat, ideologi, agama

ETIKA MORAL
• Etika dibagi menjadi : Etika Umum yaitu prinsip dasar yang berlaku bagi segenap tindakan manusia dan Etika Khusus yang prinsip dasar berhubungan dengan kewajiban manusia
• Etika khusus dibedakan menjadi Etika Individu dan Etika Sosial berkait dengan fungsi sebagai makluk sosial (homo socius), membahas norma-norma moral yang menentukan sikap dan tindakan antar manusia dan memuat banyak etika khusus mengenai wilayah kehidupan tertentu
• Proses Komunikasi berlandas pada etika moral sebagai sistim nilai empirik dalam lingkup Filsafat Praktis atau lingkup das Sein (dunia nyata, empiris) tidak bersifat universal tapi mengaitkan pada nilai khusus yang menjadi pedoman perilaku
• Moral sebagai faktor yang datang dari dalam diri manusia mendasari sikap perilaku (attitude,behaviour) dan bahkan kebiasaan (custom)
• Etika moral tidak dapat digeneralisir dalam satu tipikal tertentu dalam arti etika moral secara terstruktur menjadi pembeda sistim nilai, berada pada daya praktis atau dalam lingkup empiris; apalagi jika telah memasuki ‘geo nature’ dan ‘geo culture’. Continue reading “Etika, Norma, Kaidah, dan Etiket”

Konsep Dasar Etika Humas

DAFTAR LITERATUR
• Buku Wajib Praticia Parsons : berisi contoh pembuatan keputusan etis sehari-hari
• Ethic in Public Relations – Patricia Parsons, 2008
http://bbu.yolasite.com/resources/Ethics%20in%20Public%20Relations.pdf
• Etika Kehumasan – Rusady Ruslan SH, MM
• Standar Kompetensi Menuju Humas Profesional – Dr. Felix Jebarus, IAPR dan Muslim Basya SE, MBA
• Filsafat & Etika Komunikasi – Sumarno, Kismiyati El Karimah; Ninis Agustini Damayanti
• Hubungan Masyarakat – Liestyaningsih Dwi Damayanti, Frida Kusumastuti, Ratih Puspo

TUJUAN ETIKA DALAM PUBLIC RELATIONS

• Memberikan kerangka dalam memahami isu-isu etis yang penting di bidang hubungan masyarakat dan komunikasi perusahaan saat ini dan di masa depan
• Membantu mengembangkan sikap yang mendukung konsep etika sebagai kunci profesionalisme dan kredibilitas di lapangan

Continue reading “Konsep Dasar Etika Humas”

PR Models and Persuasion Ethics

DAFTAR LITERATUR
• Pengantar Ilmu Komunikasi – Prof . S. Djuarsa Senjaya dkk
• Ethic in Public Relations – Patricia Parsons, 2008
• Komunikasi Persuasif – Asep Suryana; Soleh Sumirat
http://www.pustaka.ut.ac.id/reader/index.php?modul=SKOM4326
http://sidos.unisri.ac.id/publikasi/49PRIYANDONO-ok.pdf

PROSES KOMUNIKASI
Sebagaimana menggunakan penjelasan:
• Barnlund: model intrapersonal (intra pribadi) dan antarpribadi
• Lasswell (who say what in which channel to whom with what effect);
• Osgood & Schraam (Sumber – Encoding – Decoding & Interpreting – Encoding)
• Gerbner + Lasswel: Cara Verbal & Non-Verbal
• New Comb: Sumber dan Penerima punya ‘selera sama’
• Shannon & Weaver (Sumber – Pesan – Transmitter – Signal/Simbol/gambar – Receiver – Destination/penerima – Noise adanya gangguan antara sumber dan penerima) mengakibatkan ‘enthropy’ (ketidak pastian), bisa berupa phisik seperti gaduh,bising dll) yang mereduksi makna pesan. Sehingga dilakukan redudansi agar makna atau arti pesan dari sumber dan penerima memiliki kesamaan (tidak berbeda)
• DeFleur: sama dengan Shannon & Weaver ditambah ‘Feed Back’
• John W Riley & Mathilda Riley: komunikasi dipengaruhi lingkungan (cara, hirarki (usia, pangkat), sopan, santun, gesture)

Continue reading “PR Models and Persuasion Ethics”

PR Ethics: Model Retorika Isocrates, Socrates, Plato, dan Aristoteles

DAFTAR LITERATUR
FILSAFAT DAN ETIKA KOMUNIKASI
https://en.wikipedia.org/wiki/Isocrates#Program_of_rhetoric
http://wongdesarekoso.blogspot.co.id/2011/06/filsafat-ilmu-sejarah-dan.html
http://www.pustaka.ut.ac.id/dev25/index.php?option=com_content&view=article&id=960:skom4323-filsafat-dan-etika-komunikasi&catid=98&Itemid=500
https://kangarul.wordpress.com/2009/07/31/pengertian-dan-mazhab-filsafat/

PERKENALAN
• Sebagai calon komunikator tidak hanya dibekali etika humas saja tetapi harus mengenal Filsafat Komunikasi
yang berakar pada ilmu Fisafat
• Mempelajari filsafat akan membantu mengerti memahami dan menghayati arti hidup dan kehidupan, khususnya
dari sisi komunikasi dan spesifiknya Humas
• Mengenal filsuf akan mengenal jalan pikiran mereka khususnya dalam aplikasi teori ke-ilmuan, sedang mempelajari Mazhab-Mazhab (Aliran) Etika memberikan pemahaman akan nilai-nilai etika yang sifatnya obyektif, universal dan berlaku umum bersyarat.
• Para filsuf mengajari kita berpikir kritis, rasionalis, mendalam dan luas
• Berfilsafat merupakan cara berpikir radikal, menyeluruh dan mendasar
• Sesuai kehidupan para filsuf Periodisasi dibagi menjadi empat, yaitu klasik, tengah, modern dan kontemporer.
• Filsafat klasik (Yunani Kuno) didominasi oleh kepentingan untuk pemuasan intelektual semata atau ilmu
• Abad pertengahan diperalat oleh teologi (Gereja)
• Para pemikir diantaranya Francis Bacon (1561-1626) yang mengembangkan filsafat untuk kepentingan sains dan
teknologi untuk mencari keuntungan.
• Pemikiran Francis Bacon dikembangkan oleh Thomas Hobbes (1588-1679), John Locke (1632-1704), George
Berkeley (1685-1753) dan David Hume (1711-1776). Mereka adalah pemikir empirisisme yang akhirnya
pemikiran positivistik (Lingakaran Wina Austria)

Continue reading “PR Ethics: Model Retorika Isocrates, Socrates, Plato, dan Aristoteles”

Pendekatan dalam PR Ethics (Etika Humas)

DAFTAR LITERATUR
• Ethic in Public Relations – Patricia Parsons, 2008
• Etika Kehumasan – Rusady Ruslan SH, MM – 2001
• Sistim Hukum Indonesia – Harsanto Nursadi
• Filsafat & Etika Komunikasi – Sumarno, Kismiyati El Karimah; Ninis Agustini Damayanti
• Komunikasi Persuasif – Prof. Dr. Soleh Sumirat Msi dan Drs. Asep Suryana Msi
• Psikologi Komunikasi – Drs. Jalalludin Rakhmat

PENDEKATAN DALAM PR ETHICS
Pendekatan (Approach) dalam pengajaran diartikan sebagai a way of beginning something, yang artinya cara memulai sesuatu.
Pendekatan pembelajaran dalam PR ethics adalah titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses bagaimana seorang Humas dalam menjalankan tugas berpedoman ETIKA
Seorang Humas harus memiliki & mengetahui:
A. Pengetahuan tentang Profesi, Hak & Kewajiban sebagai Humas
B. Karakter Seorang Humas
– Dimensi: Authoritarian, Liberitarian
– Jiwa Kepemimpinan & Credibility
– Aktualisasi Diri

Continue reading “Pendekatan dalam PR Ethics (Etika Humas)”

Mazhab Etika

Ditilik dari pemaknaan para pemikir mazhab etika memiliki arti upaya suatu ilmu untuk memajukan perilaku manusia ber-etika yang dirumuskan lewat teori ilmu yang berhubungan dengan hal-hal baik dan buruk, susila dan tidak susila.

1. EGOISME:
Kaidah atau peraturan yang berlaku dari mazhab ini adalah tindakan atau perbuatan yang paling baik adalah yang memberi manfaat/hasil untuk diri sendiri selama waktu diperlukan (Sutrisno Hudoyo, 1979:48)
Egoisme secara praktis nampak dalam:

A. Hedonisme, tujuan untuk memperoleh kesenangan (hedone = kesenangan), tokohnya Eudrorus dan Epicurus. Epicurus menganjurkan agar manusia mempergunakan waktu sebanyak mungkin untuk bersenang-senang.

Continue reading “Mazhab Etika”