Corporate Ethics

DAFTAR LITERATUR
• Komunikasi Organisasi – Jenny Ratna Suminar, Soleh Soemirat, DR. Elvinaro Ardianto
• DR. M. Gunawan Alif (Buku Cagak Sawita Rupa)
• Patricia Parsons

CORPORATE vs ORGANIZATION
• Seorang humas harus mengetahui perbedaan mendasar antara organisasi dan perusahaan adalah bahwa organisasi berfokus pada pencapaian tujuan dari sebuah perusahaan. Sehingga dalam Etika Komunikasi nya jelas membedakan antara keduanya
• Organisasi terletak pada menciptakan nilai (jangka panjang) bagi pemegang saham, pelanggan, karyawan, pemasok dan masyarakat.
• Organisasi merupakan sistem yang stabil baik dari segi hukum maupun sosial
• Untuk menjalankan perusahaan memerlukan organisasi dari sekumpulan orang yang melakukan kerjasama. Kerjasama timbul apabila orang menyadari adanya kepentingan yang sama pada saat bersamaan, mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian (Charles Cooley)
• Organisasi terdapat jenjang hierarki kepangkatan
• Organisasi harus ada tujuan yang hendak dicapai
• Konsep dasar organisasi:
– Ada sistem sosial
– Ada kepentingan bersama

JENIS JENIS CORPORATE
Pembatasan bahasan pada Etika Humas disini dari Jenis Usaha Commercial:
• Tambang & Mineral
• Consumer Goods
• Pharmacies – Ethical
• Multi Level Marketing
• New Business – Virtual

POTENTIAL PROGRAMS FOR CORPORATE – THE SUSTAINABLE

MAPPING STAKE HOLDER

PHASE PREPARATION – LOBBY

LOBBY

Tingkat kompleksitas lobi sangat tergantung kepada:
• Karakteristik sasaran;
• Tujuan dan target lobi;
• Materi lobi;
• Karakteristik kegiatan yang perlu dukungan;
• Skala kegiatan

Karakter dan Pengetahuan pelobi yang baik adalah :
• Ekstrovet, orang yang mudah bergaul, mudah mencari teman, serta mampu memupuk suasana persahabatan dan keramahan.
• Memiliki keterampilan negosiasi dan keterampilan verbal yang prima.
• Memiliki pengetahuan yang dalam tentang produk dan perusahaan.

PERSIAPAN
• Menentukan sasaran lobi, orang yang paling berpengaruh terhadap kegiatan operasional/pengadaan suatu lembaga/perusahaan
• Merumuskan tujuan dan target yang akan dicapai dalam kegiatan lobi Misalnya : (1) Memperkenalkan keunggulan dan manfaat produk (2) Membujuk untuk mendukung
• Menyiapkan bahan-bahan serta materi
• Menentukan personal lobi, berkaitan dengan karakteristik dan pengetahuan pelobi yang baik.
• Menyusun rencana teknis pelaksanaan
• Melakukan kontak awal
• Menentukan kapan, di mana, serta siapa yang akan menjadi duta lobi dari kedua belah pihak.
• Melakukan kontak untuk konfirmasi

TYPE BISNIS TAMBANG & MINERAL
• Banyak melakukan program-program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bagian dari ‘Corporates Ethics’: i.e. Pertamina, Chevron, Newmont, Freeport, Antam dll
• Pemerintah telah menetapkan UU Perseroan Terbatas no. 40/2007 pasal-74 yang menyebutkan:
• Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya dibidang dan/atau berkaitan sumber daya alam wajib melaksanakan TJSL
• Perseroan yang tidak menjalankan kewajiban TJSL akan dikenakan sanksi
• Perusahaan tsb bagian daripada Target Pembangunan Milenium (Millenium Development Goal no. 7

BASIC PRINCIPLE OF GCG (Good Corporate Governance)
• T : Transparency in providing information to public
• A : Accountability & Beneficial relationship with stakeholder
• R : Responsibility to stakeholder for both physic and social i.e.
o Environment : physical program waste;
o Social: sustainable program i.e CSR
• I : Independence, no KKN
• F : Fairness, respect others i.e. competitors

PRINSIP – PRINSIP ISO 2600
• Akuntabilitas, prinsip ini menjelaskan suatu organisasi dinilai dampak kegiatannya terhadap masyarakat, karenanya harus siap menerima pengawasan yang tepat, melayani dan menanggapi pengawasan yang sepatutnya dilakukan
• Transparansi, dalam mengambil keputusan (honest) danmelakukan kegiatan yang berdampak pada masyarakat dan lingkungan. Menjelaskan dengan jelas, akurat dan lengkap, alasan masuk akal mengenai kebijakan, keputusan dan kegiatan dan tanggung jawabnya, informasi yang mudah di akses dan dipahami
• Perilaku etis, dalam menjalankan usaha harus berdasarkan nilai kejujuran, ekuitas dan integrasi. Nilai – nilai hendaknya memprlihatkan kepedulian pada individu, hewan, lingkungan dan komitmen memperlihatkan dampak keputusan dan kegiatan organisasi terhadap pemangku kepentingan
• Menghormati Keinginan Pemangku Kepentingan, harus menghormati, mempertimbangkan dan merespon keinginan pemangku kepentingan. Meskipun tujuan organisasi terbatas pada keinginan pemilik, pelanggan/khalayak
• Menghormati penegakan hukum, organisasi harus taat pada aturan dimana mereka berada bahkan pemerintah sebagai subjek hukum
• Menghormati Norma dan Perilaku Internasional, memahami perbedaan norma dan perilaku untuk penegakan hukum
• Menghormati Hak Asasi Manusia, memahami dengan baik pentingnya hak yang berlaku universal disetiap situasi, bedaya dan negara

TYPE BISNIS CONSUMER GOODS
• Orientasi adalah menciptakan kepuasan konsumen dan meningkatkan kepuasan pelangganan
• Produk yang dipasarkan merupakan kebutuhan masyarakat
• Menjadi mediator penting dari peningkatan nilai pasar (market values)
• Peralihan paradigma pemasaran ke pelayanan
• Mematuhi Undang-Undang: Etika Periklanan, Komisi Persaingan Usaha, UU Konsumen; UU Kesehatan dll
• Program mengacu pada:
o Etika Deontologi yaitu tindakan dengan motivasi baik dan benar adalah tindakan yang benar
o Etika Teleological yaitu tindakan benar maka konsekuensi baik
• Bentuk program:
o Pengenalan Logo, CEO baru, penambahan investasi, perluasan pabrik, akuisisi, pemegang saham baru, menjadi perusahaan terbuka (masuk Bursa Saham), media relations
o CSR: DJARUM, Unilever, Coca-Cola, Kalbe, Sarihusada, Sampoerna

TYPE BISNIS PHARMACY: Ethical Products & Multi-Level Marketing – NO WORRIES; NO AD – NO PROMOTION

What industries with NO Ad?
• Pharmacies
• Milk Formula
• Cigarette
• Multi-Level Marketing (Foods Supplement)

WHY – Reasons of Restrictions
Pharmacies & Foods Supplements
Karena menyangkut Kesehatan untuk menghidari salah penggunaan, pemasarannya di bawah kontrol kesehatan
medis

Milk Formula:
• Tidak ada bahan baku apapun yang bisa menggantikan ASI (No other ingredients is able to substitute Breast Milk)

Cigarette:
• Harm to health (membahayakan kesehatan)

Basic Ethic PR
• Untuk membangun hubungan, mendapatkan pemahaman dan diterima masyarakat dengan baik
• Patuh pada Peraturan hubungan
• Seringlah melakukan lobi ke pemerintah (BPOM, YLKI dll)

Multi Level Marketing:
• Terlalu banyak pelanggaran perilaku bisnis yaitu persaingan yang tidak sehat/adil, pembelian koersif (pemaksaan)
• Penjualan langsung

PR’s Role in the PROGRAMS
• CSR
• Inter active communications
• Public Education
• Customer Services

TYPE BISNIS VIRTUAL
• Type Usaha
• Orientasi adalah memberi kemudahan, unik
• Cepat dan Praktis
• Menjaga kepercayaan: accuracy and quality; on time; trust

Etika Humas:
• Tidak melanggar ITE
• Trust, honest
• Exist
• Fairness

POTENSI PELANGGARAN ETIKA TERHADAP UU/PERATURAN PEMERINTAH:
• Potensi pelanggaran pajak
• Pelayanan Konsumen i.e. Kepatuhan pada UU Konsumen, UU Penyiaran, Etika Humas dan Etika Periklanan

ETIKA PADA SITUASI KONFLIK

INTERNAL:
– Melakukan klarifikasi antar Head Departement
– Menyerahkan persoalan pada Head Dep
– Jika gagal membawa ke BOD
– Mencoba menjadi penengah/integrasi
– Menawarkan win-win solution / menjadi pereda
– Banyak melakukan komunikasi dan pendekatan secara humanis hingga terjadi solusi yang baik
– Hindari kekerasan, kekakuan, demo
– Lokalisir kasus
– Jauhi publikasi/media
– Siapkan statement untuk menghadapi situasi buruk
– Banyak melakukan kegiatan inter/antar department

EKSTERNAL:
Melakukan analisa yang terus menerus (Fisher) adalah untuk:
1. Mempelajari situasi dan latar belakang sejarahnya / awalnya
2. Membuat peta konflik, termasuk identifikasi ketidakpastian, siapa yang terlibat dalam konflik
3. Mencari faktor-faktor penyebab terjadinya konflik
4. Meprediksi dampak dari konflik, wilayah konflik, lokalisir kasus
5. Menyusun Rencana Strategis penanggulangan konflik, dari mulai pencegahan, pemecahan, membuat tim Crisis Management sampai penanganan pasca konflik

MEMPELAJARI – Tahap-tahap Konflik
Menurut Fisher, eskalasi konflik dapat berubah-ubah sehingga perlu diikuti (monitor) untuk langkah pengamanan
Tujuan penahapan konflik jika digambarkan sebagai graphik, naik turun intensitas dalam skala tertentu untuk antisipasi dampak serius yaitu:
1. Melihat siklus peningkatan dan penurunan
2. Membahas status posisi
3. Meramalkan pola peningkatan intensitas
4. Mengidentifikasi periode waktu

COMMUNICATION FLOW

CONTRIBUTION STRATEGIC PR TO MANAGEMENT
Peran Humas Strategis sebagai Management Function dalam keputusan strategisnya sesalu didasari dengan Riset/survey dan pro-aktif

KEY SUCCESS FACTORS
1. CREATIVE: Kaya akan ide
2. SPEED: Cepat dan akurat dalam bertindak
3. INTERACTIVITY: menggunakan cara dialog

ETHIC FOR PR OFFICERS – by Patricia Parsons
• Self-dealing: If a you are a PR practitioner working for an agency and award a sub-contract to a design firm that you personally own, this would be a self-dealing problem.
• Accepting benefits: If you are an internal PR person, are involved in selecting a consulting agency to plan an event for your organization and one of the contenders provides you with dinner and free tickets to an event they are currently planning for someone else, this could be construed as accepting benefits. Influence peddling is another form of this practice.
• Using your employer’s property for personal benefit: If you are doing outside freelance work (not uncommon in PR) and decide to use the office photocopier to produce your materials to send to someone else strictly for your own benefit, this is a conflict situation.
• Using confidential information: This is one of the situations we were trying to avoid by limiting our personal relationships with clients, suppliers, the media and so on. It is possible to leak this confidential information inadvertently or deliberately. Either way, it’s an ethical problem.
• Moonlighting: Clearly, if your outside freelance work is for an organization that is a direct competitor to your employer or involves any of the other conflict situations that we’ve already discussed, then it is a problem.
• A past-employee: Leaving a position and going to work for a competitor, for example, puts you in a potential conflict situation. You are privy to information that you do not have the right to use to benefit your new employer. And that might just be the reason you were hired!

TERJEMAHAN:
• Self-dealing: Jika Anda seorang praktisi PR yang bekerja untuk agensi dan berpeluang mendapat sub-kontrak desain dimana sdr memiliki sebuah perusahaan pribadi dibidang ini
• Menerima manfaat: Jika Anda adalah orang PR internal yang terlibat dalam tender jasa EO organisasi dan salah satu EO mengajak makan malam malam dan memberi tiket gratis sebuah acara yang mereka sedang tangani untuk client nya, ini bisa ditafsirkan menerima manfaat menerima.
• Menggunakan properti kantor untuk kepentingan pribadi: Melakukan pekerjaan freelance di luar dan menggunakan mesin fotokopi kantor untuk pekerjaan pribadi untuk keuntungan sendiri, ini bisa jadi situasi konflik.
• Membocorkan informasi (sifat rahasia): Ini adalah salah satu situasi yang harus dihindari dengan membatasi hubungan pribadi kita dengan klien, pemasok, media dan sebagainya. Hal ini berpotensi kebocoran informasi rahasia secara tidak sengaja atau sengaja. Apapun, ini masalah etika.
• Sampingan: Jelas / pasti, jika sdr bekerja freelance pada sebuah organisasi yang merupakan pesaing langsung kantor anda atau terlibat pada situasi yang menimbulkan konflik.
• Bekas karyawan: Meninggalkan posisi dan diterima bekerja di kantor pesaing, ini akan menempatkan Anda pada situasi potensi konflik. Anda mengetahui semua informasi yang mana bukan anda tidak memiliki hak menggunakannya untuk mendapatkan keuntungan dari kantor baru. Meski itu sering dijadikan alasan mengapa Anda dipekerjakan atau dibajak!

AVOIDING CONFLICTS OF INTEREST
Consider the following statements to reflect on your potential for falling into conflicts of interest.
• I keep my personal and professional relationships separate.
• I avoid discussing business in non-business situations.
• I disclose any outside business interests to my employer.
• I avoid accepting anything that could be viewed as a gift from potential clients.
• I avoid using any office equipment and supplies for tasks unrelated to my employer.
• I avoid taking care of personal business on company time.
• I feel comfortable in my ability to maintain employer/client confidentiality.

Menghindari konflik kepentingan Pertimbangkan pernyataan berikut untuk merefleksikan potensi Anda jatuh ke dalam konflik kepentingan.
• Saya menjaga hubungan pribadi dan profesional secara terpisah
• Saya menghindari pembicaraan bisnis dalam situasi non-bisnis.
• Saya mengungkapkan kepentingan diluaar bisnis untuk atasan saya.
• Saya menghindari menerima apa pun yang bisa potensi dilihat sebagai hadiah dari klien.
• Saya menghindari menggunakan peralatan dan perlengkapan kantor untuk tugas-tugas yang tidak berhubungan dengan kantor saya.
• Saya menghindari mengurus bisnis pribadi pada jam kerja.
• Saya merasa nyaman dalam kemampuan saya untuk menjaga kerahasiaan atasan / klien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *