Etika, Norma, Kaidah, dan Etiket

Pengertian ETIKA
• Menurut William Benton (Encyclopedia Britanic, 1972) berasal dari Bahasa Yunani Ethos yang berarti karakter. Adalah studi yang sistematis dari konsep-konsep nilai baik-buruk, haus, benar-salah, susila atau tidak susila yang membenarkan kita dalam penerapannya dalam segala hal disebut Filsafat Moral.
• Etika sering diartikan sama dengan Moral.
• Frans Magnis Suseno (Etika Dasar)
• Etika: sistim pengkajian tentang Akhlaq. Frans Magnis Suseno (FMS): menyebutnya sebagai pemikiran kritis, ilmu dan bukan ajaran (bisa diikuti atau ditolak)
• Moral: yang dikaji sebagai obyek; perbuatan. FMS menyampaikan sumber moral adalah tradisi/ adat istiadat, ideologi, agama

ETIKA MORAL
• Etika dibagi menjadi : Etika Umum yaitu prinsip dasar yang berlaku bagi segenap tindakan manusia dan Etika Khusus yang prinsip dasar berhubungan dengan kewajiban manusia
• Etika khusus dibedakan menjadi Etika Individu dan Etika Sosial berkait dengan fungsi sebagai makluk sosial (homo socius), membahas norma-norma moral yang menentukan sikap dan tindakan antar manusia dan memuat banyak etika khusus mengenai wilayah kehidupan tertentu
• Proses Komunikasi berlandas pada etika moral sebagai sistim nilai empirik dalam lingkup Filsafat Praktis atau lingkup das Sein (dunia nyata, empiris) tidak bersifat universal tapi mengaitkan pada nilai khusus yang menjadi pedoman perilaku
• Moral sebagai faktor yang datang dari dalam diri manusia mendasari sikap perilaku (attitude,behaviour) dan bahkan kebiasaan (custom)
• Etika moral tidak dapat digeneralisir dalam satu tipikal tertentu dalam arti etika moral secara terstruktur menjadi pembeda sistim nilai, berada pada daya praktis atau dalam lingkup empiris; apalagi jika telah memasuki ‘geo nature’ dan ‘geo culture’.ETIKA MORAL SEBAGAI LANDASAN KOMUNIKASI TERSTRUKTUR
• Etika dalam kehidupan komunikasi dan struktur formal menjadi dasar sikap perilaku komunitas
• Etika merupakan produk konsensus antar anggota komunitas
• Etika dijunjung tinggi komunitas bersangkutan
• Proses komunikasi berlandas pada etika tsb yang tampak dalam kontak simbol-simbol yang distandarisasi terhadap kebutuhan kelompok komunitas
• Moral sebagai faktor internal individu
• Moral menjadi produk budaya komunitas yang menjadi prototype bahkan karakter komunitas
• Moral komunitas menjadi dasar tercapainya komunikasi yang bersifat komplimenter dalam arti komunikasi mencapai harapan bersama yaitu tidak seorangpun yang dirugikan

ETIKA MORAL MENDASARI KOMUNIKASI FORMAL
• Dalam macrocosmos individu manusia secara filosofis tidak dapat mengisolasi dari manusia lainnya
• Sebagai homo socius manusia perlu bergaul dengan manusia lain
• Ada kala manusia memasuki ‘geo natur’ dan ‘geo kultur’ lain.
• Geo Natur: secara ontologis, dengan pengetahuan yang ada manusia memanfaatkan fasilitas yang disediakan alam.
• Geo Kultur, melakukan interaksi antar budaya
• Dalam proses komunikasi formal dalam institusi/organisasi komunikator/ manusia membuat perhitungan hati-hati untuk menggunakan etika moral, disiplin, loyal dan dedikasi untuk mencapai tujuan komunikasi kedalam maupun keluar
• Dalam organisasi etika terdiri dari nilai yang dijunjung tinggi, ditaati/ dipatuhi, jika melanggar akan dikenakan sangsi
• Etika Moral merupakan nilai-nilai pilihan dijadikan standar Norma yang dilandasi sikap perilaku berkomunikasi. Perhatikan jika komunikasi memasuki institusi lain maka akan terjadi kontak simbol yang bersifat komplimenter

PENDEKATAN ETIKA MORAL

ETIKA KEFILSAFATAN:
• Analisa tentang predikat kesusilaan, etis dan tidak etis.
• Etika yang boleh dan tidak boleh dalam pengertian Norma, menurut Franz Magnis Suseno (1997 – Etika Dasar) adalah peraturan atau pedoman hidup bagaimana seyogyanya bertingkah laku laku dalam masyarakat

• Etika Deontologi: Deon (tugas, duty)
o Menekankan kewajiban manusia bertindak secara
o baik. Bukan dinilai dari akibat dari tujuan tetapi berdasarkan tindakan tsb
o baik untuk dirinya, memotivasi, kemauan dengan niat baik berdasarkan
o kewajiban dan bernilai moral, disebut juga Etika Situasi .
o Contoh: Jujur, bagi A baik karena dia harus merahasiakan informasi, Bagi
o B tidak baik karena A dianggap berbohong

• Etika Teologi
o Mengukur baik buruk tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai
o dengan tindakan itu atau berdasar akibat dari tindakan . Tindakan dinilai
o baik kalau bertujuan baik dan akibatnya baik/berguna

Definisi Etika ditinjau dari Pengertian (Macam) oleh Louis O Kattsoff (Element of Philosophy 1953):

• Etika Diskriptif:
o Etika berkait dengan Nilai dan Ilmu Pengetahuan yang membicarakan masalah baik dan buruk tingkah laku manusia.
o Dalam buku Etika Kehumasan Rosady Roslan, 2001 menyebutkan Etika menelaah secara kritis tentang sikap dan perilaku manusia serta apa yg dikejar tiap orang sebagai suatu yang bernilai. Artinya etika diskriptif berbicara tentang fakta mengenai nilai dan perilaku terkait dengan situasi
dan realitas yang membudaya
• Etika Normatif: Ukuran umum atau norma-norma yang bisa dipakai / disepakati masyarakat untuk menanggapi atau menilai tingkah laku seseorang dalam masyarakat

NORMA
• Norma yang bersifat konkret adalah Wujud Kebudayaan yaitu suatu kompleksitas dari ide-ide gagasan (Koentjaraningrat)
• Norma adalah salah satu syarat untuk mencapai ideal harmoni (Astrid Soesanto: Filsafat Komunikasi)
• Norma adalah petunjuk hidup, yaitu petunjuk bagaimana kita berbuat, bertingkah laku didalam masyarakat.
• Transaksi Komunikasi tidak akan terlepas dari ikatan Norma yang memberi arah terciptanya ‘kebenaran’ dan ‘keadilan’ sesuai karakter komunikasi (Astrid dalam Filsafat Komunikasi 1986)
• Dalam kata lain Norma dibentuk harus menjamin terwujudnya keadilan, menempatkan antara hak & kewajiban yang seimbang
• Fungsi komunikasi lebih terarah kepada terpeliharanya norma-norma yang menjadi pedoman perilaku agara tidak berdampak negatif

NORMA DIBEDAKAN:
• Norma tehnis dan pemainan: peraturan permainan olah raga, peraturan perusahaan, organisasi, sekolah. Bersifat dinamis dan bisa berubah tergantung kebutuhan
• Norma yang berlaku umum:
• Norma Kepercayaan/Keagamaan: panduan kitab suci
• Norma Moral: Brehubungan dengan pribadi. Pendukungnya nurani manusia, didasari perilaku lahiriah dan batiniah. Contoh: menyontek, korupsi
• Norma Sopan Santun (ETIKET): mengatur perilaku manusia. Misal: sikap bertamu,duduk, berpakaian
• Norma Hukum: Dasarnya UU disertai sanki / hukuman

NORMA DALAM KOMUNIKASI
• Proses Komunikasi berlangsung berdasarkan Norma-Norma Komunikasi yaitu berlangsungnya situasi siklus yang tidak terputus selama tujuan komunikasi belum tercapai (Sean Mc Bride: Many Voices One World Communiacation to Day and Tomorrow)
• Pengaturan normatif terhadap hak-hak komunikasi tidak dapat digeneralisir dalam satu pola tertentu.
• Hak-hak komunikasi tidak dapat dinikmati secara mutlak sepanjang merugikan orang lain
• Pendapat Umum (Public Opinion) sangat bergantung pada ikatan-ikatan norma yang melandasinya

KAIDAH
• Kaidah merupakan patokan atau ukuran sebagai pedoman bagi manusia dalam bertindak, dapat dikatakan sebagai aturan yang mengatur prilaku manusia dan prilaku kehidupan bermasyarakat.
• Kaidah adalah rumusan asas yang menjadi hukum dan aturan yang sudah pasti yang selanjutnya menjadi patokan
• Kaidah dibedakan atau dua hal yaitu kaidah etika atau kaidah hukum.

Kaidah Etika: merupakan kaidah yang datang dari diri manusia mencakup
Kaidah susila, Kaidah agama dan Kaidah kesopanan.
– Kaidah Susila: dianggap paling asli, berasal dari sanubari manusia sendiri. Kaidah yang tertua, menyangkut pribadi. – Tujuan memiliki akhlaq yang baik demi mencapai kesempurnaan hidup. Sanksi dari dalam diri sendiri
– Kaidah Agama mengatur kewajiban manusia pada Tuhan. Sanksi internal: Dosa; Sanki Eksternal: sikap batin
– Kaidah Kesopanan berasal dari masyarakat (luar diri seseorang) yang mengatur warganya saling hormat menghormati. Kaidah ini membebani ‘kewajiban’ tapi tidak membebani ‘hak’

Kaidah Hukum ialah kaidah yang mengatur hubungan atau intraksi antar pribadi, baik secara langsung atau tidak langsung oleh karena itu kaidah hukum ditujukan untuk kedamaian, ketentraman, dan ketertiban hidup bersama. Kaidah hukum merupakan kaidah yang memiliki sanksi tegas atau ancaman bagi pelanggarnya Kaidah hukum merupakan kaidah yang memiliki sanksi tegas atau ancaman bagi pelanggarnya.

Kaidah Hukum adalah kebiasaan-kebiasaan yang mengalami proses pelembagaan kembali menjadi kaidah hukum yang pada akhirnya digunakan oleh masyarakat sebagai aturan untuk menata hidupnya (Satjipto Rahardjo, 1980:4)

HAKIKAT
• Didalam masyarakat terdapat berbagai macam kepentingan bersama mengharuskan adanya ketertiban dalam kehidupan masyarakat.
• Agar dapat memenuhi kebutuhannya dengan aman, tenteram dan damai diperlukan satu tata. Tata yang berwujud aturan yang menjadi pedoman tingkah laku manusia dalam pergaulan hidupnya
• Kaitan dengan Humas, harus mengikuti tata cara atau aturan sesuai Kaidah Etika yaitu Susila, Agama dan Sopan Santun

ETIKET (SOPAN SANTUN)
• Etika dan etiket, sepertinya ada kemiripan yang mencolok. Funk dan Wagnalls mendefinisikan etiket sebagai aturan konvensional dimaksudkan untuk mengatur perilaku di masyarakat
• Emerson mengatakan, aturan sopan santun untuk menghindari berlebihan.” Sebagai Humas aturan etiket praktek yang harus dipertimbangan.
• Etiket atau sopan santun didapat dari guru, orang tua, pengamatan pribadi.
• Etiket berkaitan dengan perilaku yang benar atau tepat baik pribadi maupun situasi bisnis, dasarnya aadalah menghormati orang lain.
• Contoh-contoh sopan santun ialah:
– Menghormati orang yang lebih tua.
– Menerima sesuatu selalu dengan tangan kanan.
– Tidak berkata-kata kotor, kasar, dan takabur.
– Tidak meludah di sembarang tempat.
– Tidak menyela pembicaraan.

NORMA DALAM MASYARAKAT
(Sumarno, Kismiyati El Karimah, Ninis Agustini Damayanti – Filsafat & Etika Komunikasi)

NORMA DASAR TUJUAN PELAKSANAAN SANKSI
– TEHNIS Ketentuan Tehnis Efisiensi, keselamatan Tidak dipaksakan sepenuhnya dan dapat dipaksakan Tindakan tehnis tertulis
– SOPAN SANTUN (ETIKET) Konvensi, Kesepakatan dalam masyarakat Tertib Pergaulan (lahiriah) Tidak dapat dipaksakan Dikecam, dikucilkan
– HUKUM Ketentuan dari kekuasaan yang syah Mengatur hidup sebagai warga negara dalam bernegara Dapat dipaksakan tindakan Hukum
– MORAL Kodrat manusia mempunyai hati nurani Mengatur hidup sebagai manusia (bathiniah) Tindakan dapat dipaksakan dan terkadang disepelekan Menyesal, malu pada diri sendiri
– AGAMA Wahyu Ilahi Mengatur hidup sebagai makhluk Tuhan Tindakan dapat dipaksakan bergantung pada ketaatan Hukuman/Pahala menurut wahyu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *