Konsep Dasar Etika Humas

DAFTAR LITERATUR
• Buku Wajib Praticia Parsons : berisi contoh pembuatan keputusan etis sehari-hari
• Ethic in Public Relations – Patricia Parsons, 2008
http://bbu.yolasite.com/resources/Ethics%20in%20Public%20Relations.pdf
• Etika Kehumasan – Rusady Ruslan SH, MM
• Standar Kompetensi Menuju Humas Profesional – Dr. Felix Jebarus, IAPR dan Muslim Basya SE, MBA
• Filsafat & Etika Komunikasi – Sumarno, Kismiyati El Karimah; Ninis Agustini Damayanti
• Hubungan Masyarakat – Liestyaningsih Dwi Damayanti, Frida Kusumastuti, Ratih Puspo

TUJUAN ETIKA DALAM PUBLIC RELATIONS

• Memberikan kerangka dalam memahami isu-isu etis yang penting di bidang hubungan masyarakat dan komunikasi perusahaan saat ini dan di masa depan
• Membantu mengembangkan sikap yang mendukung konsep etika sebagai kunci profesionalisme dan kredibilitas di lapangan

ETIKA

Berdasarkan ilmu filsafat yang terdiri dari Filsafat Umum dan Filsafat Praktis, keberadaan Etika ada pada jalur Filsafat Praktis. Etika juga dibagi menjadi Etika Umum sebagai Prinsip Dasar yang berlaku dan Etika Khusus yang mengandung Prinsip dalam hubungan manusia yaitu dalam hal Tanggung Jawab dan Kewajiban sebagai Etika individu dan Komunitas yang menjadi dasar Perilaku Komunitas yang dijunjung tinggi

DASAR ETIKA HUMAS

• Humas atau petugas komunikasi perusahaan menyadari menghadapi dilema etika dalam praktek sehari-hari
• Aspek etika yang paling penting dari realitas yang ada dalam kehidupan dengan lingkungan
• Konsensus yang dipakai dalam definisi etika adalah profesionalisme dan kebenaran.
• Begitu juga Prinsip atau Nilai, isu-isu seperti Hak dan Aturan sehingga praktisi bisa mengatasi dilema etika dalam pekerjaan adalah paling penting dalam praktek PR
• Para filsuf mendefinisikan etika sebagai studi tentang moral benar atau salah, yang dibatasi oleh kemampuan manusia sebagai alasan.

PERSEPSI PR DI INDONESIA

• Merupakan Profesi yang sedang berkembang (emerging profession), istilah Public Relations saat ini sudah menjadi domain publik
• Globalisasi dipicu perkembangan tehnologi memunculkan Global Village
• Reformasi politik melahirkan komponen publik yang terbuka, ‘Siapa menguasai informasi akan menang dalam kompetisi’ (Toffler 1980; Nasbitt, 1997)
• Demokrasi pers yang makin bebas dan kritis
• Stakeholder baik Pro mapun Contra mempengaruhi interaksi humas
• Tantangan muncul seiring perkembangan dunia bisnis, sosial, ekonomi dan politik
• Situasi semakin dinamis dan kompetitif dengan dibukanya pasar bebas Asia (MEA- Masyarakat Ekonomi Asia), banyaknya isu didalam negeri yang harus dipeljari dan tangani i.e. radikalisme; PHK; Hukum; Hak Menyampaikan Pendapat , Perilaku media dan lain lain.
• Kompetensi (kemampuan) Petugas Humas (PRO) dalam melaksanakan tugas didasarkan pada pengetahuan, ketrampilan, sikap kerja, pro aktif, alertness
• Pendapat yang sepertinya Humas sebagai pelengkap organisasi, tidak perlu pendidikan baku
• Humas harus perempuan cantik, rok mini, siap nemeni boss, pandai bicara, melayani tamu, klipping koran, protokoler
• Humas diperlukan jika sedang situasi krisis
• Humas diperbantukan di CS, Front Office (Bank & Hotel); Marketing, HRD bahkan ada pemda yang menempatkannya sebagai penerima tamu

SEJARAH HUMAS YANG TERNODA

• Citra humas, kurang dari bersih. Media cenderung mengarahkan publik untuk percaya bahwa sebetulnya nilai berita hanya sedikit, tapi dibesar-besarkan oleh Humas
• Humas sering tidak jujur sering dianggap suka memanipulasi fakta
• Bernays – keponakan dari Sigmund Freud, yakin bahwa untuk memanipulasi massa, seorang ‘PR konselor’ harus menggunakan pendekatan ilmu social
• Sedangkan penulis Amerika dan pencipta kartun Ziggy Tom Wilson mengatakan ‘Kejujuran adalah citra terbaik’ dan citra itu pada kemampuan seorang Humas
• Humas dianggap sebagai penghadang media dalam berhubungan dengan CEO perusahaan
• Kekuatan PR untuk membentuk opini merupakan salah satu alasan yang paling kuat

Caranya:
• Jangan menyalahgunakan kekuasaan dan manipulasi berita, harus etis dan saling menghormati antara perusahaan/klien, media dan publik mereka
• Trend sosial saat ini adanya kebutuhan komunikasi yang lebih strategis antara organisasi dan masyarakatnya
• Memperbanyak Komunikasi antarmuka antara organisasi dengan publiknya, humas harus fokus.

AKUNTABILITAS HUMAS
• Humas harus mendapatkan informasi dengan melakukan riset untuk pencarian data (fact findings), mencakup opini, sikap dan reaksi melalui riset/survey dan melakukan evaluasi
• Mengidentifikasi dan menyesuaikan kebijakan organisasi dengan kepentingan publik
• Manajemen Komunikasi melalui POAC (Plan, Organizing, Actuating, Control)
• Menyampaikan kebenaran , disaat yang tepat
• Bekerja pro-aktif , bukan reaktif / responsif
• Menafsirkan kebijakan, praktek dan sifat-sifat operasi bisnis untuk publik
• Menafsirkan pendapat dan sikap publik pada perusahaan
• Menyingkap dan mencegah permasalahan anggota organisasi
• Memperoleh pengakuan produk, meningkatkan penjualan, memperoleh konsesi lainnya dengan cara beretika dari konsumen
• Memandu manajemen dalam membuat keputusan
• Personifikasi/Profil perusahaan
• Memusatkan pada layanan (Service Excellent)

Jadi mengapa etika penting karena etika menentukan identitas dan perilaku moral para Humas dan organisasi. Etika Humas adalah penerapan pengetahuan, pemahaman dan penalaran dari perilaku benar atau salah dalam praktek profesional PR. Bukan hanya sekedar ahli, terampil tetapi harus juga memiliki komitmen moral yang tinggi. Bukan pula sekedar ‘tukang yang pandai’ tetapi harus punya hati dan naluri moral yang tinggi/peka (Keraf,1998). Bagi seorang profesional, bertanggung jawab adalah solusi yang jelas dan paling tepat untuk sebuah dilema etika.

BOHONG vs TRUST

Etika Profesi Humas – DR. F. Jebarus, IAPR
• Sebagai fungsi manajemen Humas berupaya mendapat dukungan publik untuk kesinambungan organisasi
• Persoalannya banyak humas melakukan kebohongan publik.
• Apakah humas harus berterus terang dan membeberkan fakta sesuai kenyataan?
Contoh: perusahaan sedang dalam suatu kesulitan
• Apakah Humas harus membela organisasinya dan menutup informasi ?
• Kepada siapa humas harus berpihak – publik atau organisasi?
• Bagaimana jika diminta menulis dan mengeluarkan rilis berita yang kurang benar, menyesatkan.
• Apa pendapat sdr tentang menyuap (hanya biaya kecil / transportasi) kepada wartawan?
• Apa pendapat sdr jika seorang Humas entertain client mabok di café?
• Bagaimana jika wartawan memancing kualitas produk dibanding produk pesaing?

LOYAL

Secara umum Patricia Parsons dalam ‘Ethics in Public Relations’ mengatakan ada empat kesetiaan (loyalitas) utama dalam praktek sehari-hari PR:

1. Loyalitas pada perusahaan, pada siapa praktisi PR mengerjakan tugas dan dari siapa mendapat imbalan kepercayaan. Sadarkah anda dibayar oleh atasan untuk mengerjakan sesuatu tanpa mempertimbangkan konsekwensi diri dan reputasi? Bagaimana menetukan loyal/kesetiaan pada tugas? Haruskah membabi buta

2. Loyal pada masyarakat, Ketika berhadapan dalam situasi tertentu, maka perlu mempertimbangkan agar setiap individu dan masyarakat menjadi ‘loyalitas’. Tugas terpenting bagi seorang Humas adalah untuk kepentingan masyarakat. Ini adalah kunci utama sebuah tanggung jawab social. Taktik komunikasi memiliki pada tatanan sosial dan sejauh mana masyarakat dapat mempercayai sebuah organisasi yang dianggap menyesatkan.

3. Loyalitas pada profesi, harus juga mempertimbangkan tugas menyangkut profesi dan nama baik. Mengerjakan tugas sesuai kode etis kehumasan. Praktisi Humas memiliki kewajiban untuk memastikan profesi kerja dengan cara yang etis.

4. Loyal pada diri sendidi, situasi memang dapat mengubah prioritas, kepentingan mana yang harus didahulukan dan dilakukan. Dahulukanlah Etis yang lebih penting dari semua tugas yang dibebankan pada dirinya. Diri sendiri yang tahu mana terbaik berdasarkan perhitungan ‘personal value system)

PROFESIONALISME HUMAS

• Profesi adalah suatu pekerjaan yang memiliki karakter tertentu
• Profesi dari kata professues (latin) berarti kegiatan yang semula dikaitkan dengan sumpah/janji
• Masyarakat kita mengartikan profesi sebagai ketrampilan atau keahlian khusus yang diperoleh dari jalur pen didikan atau pengalaman yang dilakukan secara terus menerus. Contoh: dokter, jaksa, humas, keuangan, pendidik dll.
• Profesi Luhur: tidak diandalkan untuk mencari nafkah. Contoh: Seniman, budayawan, relawan, pendakwah.
• Sony Keraf, ex Menneg KLH: Profesi adalah pekerjaan untuk menghasilkan nafkah dengan mengandalkan keahlian.
• Howard Stephen, Hanbook of PR 1971: The practice of skilled art or service based on training, a body of knowledge, and adherence to agree on standard for ethics
• Profesionalisme adalah sikap atau idealisme. Orang yang memiliki kemampuan tehnis dan operational yang diterapkan secara optimum dalam batas-batas etika profesi. A person who does something with great skill
• Sikap dan kemampuan seorang profesional bisa disebut sebagai profesionalisme, yakni mampu bertindak melalui pertimbangan matang dan benar dalam memberikanpelayanan tertentu berdasarkna klasifikasi pendidikan dan pelatihan serta memiliki pengetahuan yang memadai dan dapat membedakan secara etis mana yang dapat dan tidak dilakukan sesuai Pedoman Kode Etik Profesi (Ruslan, 2002: 49)
• Prinsip terakhir yang menempatkan etika profesional secara tepat dalam domain definisi profesi dari perspektif PR adalah kepentingan dilihat oleh publik sebagai profesi (suatu pekerjaan).
• Bagaimana jika seorang PR menyelenggarakan Press Conference tapi tidak menyiapkan Press Release?

CIRI-CIRI PROFESIONAL:
Seorang profesional harus memiliki ciri (Ruslan, 2002:49):

• Memiliki kemampuan atau skill yang tidak dipunyai orang umum. Bisa dari pendidikan, pengalaman yang didapat bertahun-tahun
• Memiliki tanggung jawab profesi dan integritas pribadi
• Memiliki jiwa pengabdian pada publik dengan penuh dedikasi
• Otonomi organisasi, kemampuan mengelola (manajemen) secara stratgegis, mandiri, bisa bekerjasama, dipercaya, berperan aktif, standard ethos kerja profesional
• Menghormati orang lain jelas merupakan aspek Etika dan Profesionalisme.
• Aktif di asosiasi profesi (sangat membantu)
• Memperoleh pengakuan terhadap profesi yang disandangnya (Dr. James J Spillane (Susanto, 1992)

KESIMPULAN PROFESI HUMAS

• Pengertian & Karakter Profesi, Profesional dan Profesionalisme (Siebert dkk dalam Dahlan, 1999)
Sebagai bidang kerja, Humas memiliki Body Of Knowledge (bidang pengetahuan) dimana dasar teorinya
berasal dari Ilmu Sosial khususnya ilmu komunikasi, juga tidak terlepas dari teori sosiologi dan antropologi
• Relationship tidak hanya sebatas komunikasi antar personal melainkan juga komunikasi organisasi dan komunikasi massa. Model komunikasi dari linear sampai model diadik dan interaktif sebagai bidang pengetahuan.
• Pendekatan BUDAYA banyak dilakukan praktek humas organisasi multinasional. Dalam membangun reputasi dan tanggung jawab sosial melalui community development dan community relations jelas merupakan ilmu sosial. Sedang tehnik komunikasinya tidak lepas dari teori psikologi. Berikan Contoh

ISSU-ISSU YANG TERKAIT DENGAN ETIKA HUMAS
(TRUTH, TRUST, HONESTY, ETC)
Tiga elemen yang penting terkait dengan SIKAP & PERILAKU dan erat dengan KREDIBILITAS

• ‘KEBENARAN’ dalam PUBLIC RELATIONS adalah fungsi komunikasi publik dengan demikian praktisi memiliki tanggung jawab ketika berbicara, suka atau tidak HARUS benar
• Kode etik asosiasi profesional praktisi public relations memberikan pasal dan ayat pada kebutuhan untuk kebenaran.
• Sebagai contoh, Chartered Institute of Public Relations (CIPR) Kode Etik mengatakan: ‘Anggota Institute of Public Relations setuju untuk jujur dan adil dalam bisnis dengan pengusaha, karyawan, klien, sesama profesional, profesi lain dan masyarakat umum.
• Kode Kanada Humas Society Standar profesional bahkan lebih spesifik. ‘Seorang anggota harus memiliki standar kejujuran tertinggi, akurasi, integritas dan kebenaran, dan secara sadar tidak akan menyebarkan informasi palsu atau menyesatkan, tidak akan membuat klaim berlebihan atau PERSAINGAN TIDAK FAIR, atau mengambil ide-ide dan kata-kata (tag lines) bukan miliknya

TRUTH = KEBENARAN

• Patricia Parsons: Kebenaran, benarkah kebenaran adanya hanya diruang sidang pengadilan dan disumpah.
• Pengertian Filsafat -> Philo atau Phillien: Cinta; Sophia -> Kebenaran = Tidak BOHONG
• Manusia sebagai makhluk ber-Akal hanya bisa mencintai kebenaran jik didorang rasa cinta kebenaran (Zubair, 1990 dalam Rusady Ruslan)
• Dalam kitab shahih Bukhori dan Muslim disebutkan sebuah hadits yang tsabit dari ibnu Mas’ud Radhiallahu’anhu dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bahwa beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya kebenaran itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga. Seseorang akan selalu bertindak jujur sehingga ia di tulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya dusta itu membawa kepada kejahatan dan kejahatan itu membawa ke neraka. Seseorang akan selalu berdusta sehingga ia ditulis di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Bukhari dan Muslim)
• Profesor filsafat Amerika Mitchell Green dari University of Virginia mengambil pandangan yang lebih luas dari etika kebenaran menyampaikan: bahwa kebenaran bukanlah soal berbicara kebenaran tetapi lebih merupakan soal berbicara apa yang bisa dipercaya orang lain, tidak menyesatkan, tidak berbohong atau dusta
• Kebenaran Elusive atau berbuat seperti apa adanya. Bagaimana kebenaran dalam humas

Contoh: Kebenaran tentang quality assurance suatu produk sesuai dengan claim
– Coca-Cola terbuat dari gula tebu murni, lakukan pembuktian kepada public
– Benarkah Volvo punya air bag? Buktikanlah

• KEBENARAN adalah how to ensure public to gain trust, loyalty, maintain demand, credibility
• Kebenaran harus dilakukan dengan pertimbangan akal sehat, logis dan etika
• Kebenaran, merupakan aspek penting dari PR yang etis dalam menyebarkan pesan dan membujuk publik.
• Profesor Thomas Bivins dari University of Oregon menyarankan jika ingin berbohong, giringlah dengan tindakan menuju kebaikan sehingga tidak perlu memperlihatkan kebenaran
• Seorang PR kadang ingin mengatakan situasi yang sebenarnya, bukan soal etis / tidak etis tetapi kadang kawatir bila pengungkapan kebenaran secara terbuka dapat membahayakan perusahaan atau loyalitas konsumen

Contoh: Promosi di hypermarket beli dua produk dapat hadiah tas, tetapi ternyata stock tas kosong karena pembeli membludak. Sedangkan anggaran promosi sudah habis dan terlanjur diumumkan batas waktu yang belum berakhir. Haruskah humas sampaikan apa adanya?

• Kebenaran adalah salah satu dari Lima Pilar Etika Humas. (Patricia Parsons)

THE PILLARS OF PUBLIC RELATIONS ETHICS
– Veracity (to tell the truth)
– Non-maleficence (to do no harm)
– Beneficence (to do good)
– Confidentiality (to respect privacy)
– Fairness (to be fair and socially responsible)

• Pilar Etika Komunikasi Publik diatas harus diterapkan dalam setiap perilaku seorang Humas
• PR harus juga memegang teguh ’empat prinsip’ di bio-etika yaitu 1) tidak bersifat mencelakakan, 2) selalu untuk kebaikan; 3) otonomi dan 4) justice

TRUST = DIPERCAYA

• Kualitas Orang harus Terpercaya
• Apa kualitas orang yang dapat dipercaya dan aman bagi kita?
– Orang yang dapat meringankan, memberi rasa aman dan melindungi,
– Orang yang berbicara kebenaran
– Orang-orang yang menjaga kelangsungan produk dan jasa
– Orang-orang yang mendekatkan diri kita kepada Allah
– Orang mampu menjalin hubungan sinergi, berkomunikasi efektif dengan lingkungan sosialnya: konsumen, government, dan stakeholder lainnya

MANFAAT DIPERCAYA:

• Menjadi diri sendiri
• Dapat diterima lingkungan
• Berpengaruh mengembangkan kemampuan
• Dicintai dan lebih bertanggung jawab
• Kesempatan untuk tumbuh
• Meningkatnya jenjang dan dihormati
• Ber – Martabat / kredibilitas
• Pertolongan dan kesiapan membantu dan dibantu
• Kelangsungan usaha/bisnis yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat luas
• Terhindar dari Jeratan Hukum
KEPERCAYAAN
• Kepercayaan adalah pelumas yang memungkinkan bagi organisasi untuk bekerja.
• Bennis mengatakan bagi profesional dalam fungsi komunikasi publik ‘kebenaran’ saja tidak cukup untuk memenuhi kriteria etis
• Kadang-kadang sudah mengatakan yang sebenarnya tapi masih tersisa dengan dilema.
• Kepercayaan adalah elemen kunci dalam pengembangan hubungan kerja dengan klien dan publik
• Dengan kepercayaan, banyak yang bisa dicapai; tanpa kepercayaan, usaha untuk mencapai apa pun akan merasa seperti perjuangan yang berat.
• KEBENARAN DAN KEPERCAYAAN, Untuk memahami hubungan antara lain mengatakan kebenaran dan kemampuan
• Kamus Webster mendefinisikan kepercayaan sebagai ‘ketergantungan percaya diri pada integritas, kejujuran, atau keadilan yang lain; kepercayaan dan AKIDAH.

HONEST = JUJUR

• Jujur, beriringan dengan nilai-nilai penting lainnya untuk kelangsungan hubungan.
• PR adalah pendidik komunikasi yang jujur ‘
• Eratnya sebuah hubungan adalah melalui proses memahami karakter orang lain pada tingkat yang mendalam.
• Kejujuran, pengamanan diri untuk tidak terjebak situasi sulit. Meski ditutup serapat apapun kebohongan akan terungkap akan membuat kekecewaan / keretakan hubungan
• Keprihatinan tentang jumlah kecurangan yang tampaknya merajalela di dunia bisnis modern. Banyak yang tidak jujur, cenderung menipu
Contoh: Isu bisnis property yang tidak sesuai janji, isu perolehan angka pilkada
• Kejujuran akan meraih dukungan publik
Contoh: Situasi krisis misal Kecelakaan Kerja; produck failure
• PR Harus dapat menemukan cara ’Kejujuran Total’
• Dalam rumah tangga / organisasi perusahaan diperlukan keterbukaan untuk mengatasi masalah, keakraban untruk saling membantu, kebahagian dan keceriaan tidak ada konflik dalam hal hidup / bekerja dengan integritas.
• Meski sulit untuk bisa berlaku jujur, harus mengorbankan:
– Perasaan dan kekecewaan
– keinginan, suka dan tidak suka,
– upaya tidak menyakitkan
– menahan kemarahan dan kebencian,
– hindari kegagalan dan kecurangan; nafsu kebutuhan dan kerentanan jiwa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *