Pendekatan dalam PR Ethics (Etika Humas)

DAFTAR LITERATUR
• Ethic in Public Relations – Patricia Parsons, 2008
• Etika Kehumasan – Rusady Ruslan SH, MM – 2001
• Sistim Hukum Indonesia – Harsanto Nursadi
• Filsafat & Etika Komunikasi – Sumarno, Kismiyati El Karimah; Ninis Agustini Damayanti
• Komunikasi Persuasif – Prof. Dr. Soleh Sumirat Msi dan Drs. Asep Suryana Msi
• Psikologi Komunikasi – Drs. Jalalludin Rakhmat

PENDEKATAN DALAM PR ETHICS
Pendekatan (Approach) dalam pengajaran diartikan sebagai a way of beginning something, yang artinya cara memulai sesuatu.
Pendekatan pembelajaran dalam PR ethics adalah titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses bagaimana seorang Humas dalam menjalankan tugas berpedoman ETIKA
Seorang Humas harus memiliki & mengetahui:
A. Pengetahuan tentang Profesi, Hak & Kewajiban sebagai Humas
B. Karakter Seorang Humas
– Dimensi: Authoritarian, Liberitarian
– Jiwa Kepemimpinan & Credibility
– Aktualisasi Diri

HAK INDIVIDU
• Patricia Parsons (Ethics in Public Relations, 2008 Part-1 no.4) bercerita tentang kehidupan di Kanada yang mana disetiap restoran Bahama hampir semua orang merokok cerutu dan dia terpaksa menutup hidungnya
• Contoh ini disimpulkan bahwa ‘a right is not necessarily a right at all’
• Istilah ‘hak’ di mana-mana tampaknya telah kehilangan kekuatan dan makna diantara Hak fundamental bagi pemahaman tentang apa yang diharapkan individu dalam hal perilaku etis terhadap dalam masyarakat
• Patricia mengatakan bahwa orang harus selalu diperlakukan sebagai tujuan, bukan sebagai alat untuk mencapai tujuan. Jika orang diperlakukan sebagai alat untuk mencapai tujuan, maka martabat pribadi mereka tidak dihormati. Argumen memunculkan perbedaan pendapat tentang hak seharusnya yang diberikan oleh otoritas-otoritas yang lebih tinggi lebih ambigu.
• Kategori yang paling sering dikutip dari dilema etika yang kita hadapi saat ini adalah situasi di mana hak-hak satu orang bertentangan langsung dengan hak-hak orang lain.
• Jika Patricia berpaku pada hukum, dia punya hak kesehatan dilindungi dari asap rokok. Bukti medis dan ilmiah perokok berkontribusi pada perokok pasif yang amat buruk pada kesehatan. Tapi perokok juga memiliki hak untuk mengejar kebahagiaan dan merokok membuat orang ini senang
• Dengan demikian akan timbul konflik klasik dilema hak.

HAK YANG BISA MENJADI CONFLICT
• Salah satu situasi konflik hak klasik dalam PR adalah ketika hak privasi individu dalam konflik organisasi dengan hak publik (seperti yang sering diartikulasikan oleh media)
• Salah satu manajer telah digosipkan berkencan dengan bintang film. Dia ingin menjaga kehidupan pribadinya dan kebijakan organisasi menegakkan hak karyawan untuk privasi pribadi.
• Media telah mendapat angin dari cerita ini juicy dan ingin rincian
• Manajer yang sama lagi, tapi sekarang malah sudah dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap salah satu bawahannya seorang wanita
• Seorang wartawan menerima ingin rincian lebih dalam karena media pikir masyarakat memiliki hak untuk mengetahui.
• Manajer yang sama lagi, tapi dia sekarang dituduh penggelapan. Media mencari jejak cerita.
• Yang hak menang dalam situasi ini? Publik? Media? Para karyawan? Atau organisasi anda memiliki hak? (Kebanyakan penulis etika percaya bahwa semua orang memiliki hak, tetapi hal ini mungkin bisa diargue bahwa organisasi tidakberarti arpa-apa jika memiliki orang-orang seperti diatas.)
• Ada daerah yang pendekatan etika difokuskan berbasis hak keputusan etis .

HAK & KEWAJIBAN
• Setiap manusia mempunyai HAK DAN KEWAJIBAN.
• Oleh sebab itu masing-masing orang memiliki HAK yang berakibat pada orang masing-masing mempunyai KEWAJIBAN.

HAK:
Menurut Belangen Theori (Teori Kepentingan) adalah kepentingan yang terlindungi dan menurut Wilsmacht Theori (Teori Kehendak) yaitu kehendak yang dilengkapi kekuatan dan diberi tertib hukum.
• Satjipto Rahardjo (1982:94) mengatakan bahwa hak adalah kekuatan yang diberikan oleh hukum kepada seseorang dengan maksud melindungi orang tsb.
• Sehingga dalam HAK terdapat tiga unsur:
1. perlindungan,
2. pengakuan;
3. kehendak

Hak bisa timbul pada seseorang (Subjek Hukum) disebabkan beberapa hal:
• Adanya subjek hukum baru: orang atau badan hukum (korporasi)
• Terjadi perjanjian yang disepakati para pihak
• Terjadi kerugian yang diderita seseorang akibat kesalahan atau kelalaian orang lain
• Seseorang yang mempunyai kewajiban sebagai syarat untuk memperoleh hak
• Terjadi daluwarsa yang membuat hak nya hilang
• HAK merupakan SUBJEK HUKUM karena seseorang memiliki kedudukan yang sama dengan yang lain sedangkan KEWAJIBAN adalah OBJEK HUKUM yaitu hal-hal yang mendukung / bermanfaat bagi Subjek Hukum

HAK HUMAS – INDIVIDU
• Hak mendapatkan informasi/brief yang jelas dari semua divisi untuk disebar luaskan sebagai informasi yang membangun persepsi positif publik terhadap organisasi
• Hak mendapat kewenangan dalam menjalankan tugas/profesi sebagai Humas dalam organisasi

HAK HUMAS – KORPORASI
• Menjalankan kegiatan usaha yang bermanfaat bagi kehidupan manusia dengan penuh rasa tanggung yang diatur oleh undang-undang

KEWAJIBAN
• Merupakan beban yang diberikan oleh hukum kepada orang atau badan/perusahaan (Subjek Hukum) missal warga Negara Indonesia berumur 17th ber-HAK medapatkan Kartu Identitas Penduduk (gratis) dan merupakan KEWAJIBANnya melaporkan ke RT/RW dan Lurah dan Camat.
• Dalam kehidupan sehari-hari banyak terjadi peristiwa /kegiatan yang membawa keranah hukum.
• Kasus Hukum (peristiwa hukum) oleh Satjipto Rahardjo diartikan sebagai kejadian dalam masyarakat yang menggerakkan peraturan hukum tertentu.

KEWAJIBAN HUMAS
• Melaksanakan: TUGAS HUMAS
• Menjalankan : FUNGSI

Tugas HUMAS
• Pencarian data (fact findings), pencarian fakta mencakup opini, sikap dan reaksi melalui riset/survey dan melakukan evaluasi
• Mengidentifikasi dan menyesuaikan kebijakan organisasi dengan kepentingan publik
• Berperilaku sesuai ETIKA, memahami NORMA Masyarakat, KAIDAH & ETIKET (sopan santun)
• Manajemen Komunikasi : POAC (Plan, Organizing, Actuating, Control)
• Menyampaikan kebenaran informasi kepada publik disaat yang tepat baik bersifat berita dan/atau edukasi
• Bisa di PERCAYA & JUJUR
• Bekerja pro-aktif , bukan reaktif / responsif

Fungsi HUMAS
• Don Barnes (praktisi dari Australia):
• Memberi saran kepada pihak manajemen hal berkait dengan kebijakan yang diambil, dampak kebijakan bagi publik
• Mengkoordinasikan kegiatan komunikasi organisasi
• Menyediakan sarana bagi organisasi untuk berkomunikasi /berhubungan dengan publik
• Mencari tahu/mencari informasi tentang opini publik terhadap organisasi (Johnston & Zamawi, 2004)

HAK & KEWAJIBAN – ETIKA
Ada 7 – Perspektif ETIKA menurut Richard L. Johanessen dalam Ethics in Human Communication:

1. Perspektif POLITIK
• Penghormatan, atau wibawa dan harga diri
• Keterbukaan atau keyakinan pemerataan kesempatan (memberi , menerima dan feedback)
• Kebebasan yang bertanggung jawab
• Memahami hakekat demokrasi
– Melalui pedoman:
• Sebagai sumber primer: Mampu mengembangkan kebiasaan meneliti yang tumbuh dari pengenalan
• Kebiasaan berbuat Adil dengan memilih dan menampilkan fakta dan pendapat secara terbuka
• Mengutamakan motivasi umum daripada pribadi
• Kebiasaan menghormati perbedaan pendapat

2. Perspektif SIFAT MANUSIA : kemampuan berpikir
• Hak & Kewajiban Etika Komunikasi dinilai:
• Maksud Sumber: Informasi, Berita, Edukasi
• Sifat dari cara-cara yang diambil: Sesuai norma, kaidah yang berlaku
• Keadaan/situasi yang mengiringi: menyesuaikan diri

Aristoteles: tindakan manusia yang paling manusiawi adalah berasal dari seorang rasionalis yang sadar apa yang dilakukannya dan dengan bebas memilih melakukakannya.
Aristoteles menolak gagasan tujuan membenarkan cara apabila cara itu tidak etis

3. Perspektif DIALOGIS
• Hak & Kewajiban dalam transaksi melalui dialog bersifat dua arah dan menyenangkan akan lebih baik daripada Persuasi
• Untuk mencapai Komunikasi Antarpersonal yang etis perlu dipupuk SIKAP sbb:
• Penghormatan
• Menghargai (Respect)
• Sikap objektif, terbuka
• Pertimbangan rasional
• Mendengar

10 KONDISI DIALOG , John Mokay & W. Brown mendata efektifitas dialog sebagai Pedoman Etika menentukan
SIKAP DIALOGIS dalam Transaksi Komunikasi:
1. Kebutuhan
2. Keterbukaan, kebebasan, tanggung jawab
3. Berurusan dengan issue dan ide yang relevan
4. Apresiasi terhadap perbedaan dan keunikan
5. Menerima ketidak setujuan dan konflik dengan keinginan menyelesaikannya
6. Umpan balik yang efektif
7. Saling mempercayai
8. Ketulusan hati & Kejujuran
9. Sikap positif untuk pemahaman dan belajar
10. Kemauan menerima kesalahan dan membiarkan persuasi

Dalam PR Ethics – Patricia Parsons

& KEWAJIBAN – NORMA & KAIDAH
4. Perspektif SITUASIONAL
Dengan menimbang keadaan dan gejala / situasi, biasanya perusahaan menerapkan pendekatan berdasarkan
situasional, sesuai kebutuhan. Disinilah letak salah satu masalah utama dengan pendekatan situasional untuk
membuat keputusan etis. Hal ini kadang dipandang tidak adil oleh sekelompok khalayak lain (Patricia-2008).
Contoh: Bantuan Bencana Alam satu daerah beda dengan beda daerah lain.
Pendekatan Faktor situasional atau kontekstual konkret dilakukan serelevan mungkin dari sisi penilaian Etika,
yang memang murni situasional (lingkungan) perlu dipertimbangkan:
a. Peran atau fungsi humas sebagai sumber terhadap khalayak/ masyarakat/publik
b. Standard khalayak mengenai ke-logis-an dan kelayakan menerima informasi
c. Derajad kesadaran khalayak tentang cara-cara sumber
d. Tingkat urgensi melaksanakan usulan sumber
e. Tujuan dan Nilai khalayak
f. Standard khalayak untuk komunikasi etis

5. Perspektif RELIGIOUS
Hak & Kewajiban menggunakan dasar ayat-ayat suci dari Kitab Suci

6. Perspektif UTILITARIAN
• Asal-usul etika utilitarian dikaitkan dengan seorang Jeremy Bentham di Inggris hidup pada abad ke-18.
• Hak & Kewajiban dinilai dari perbuatan baik / buruknya hasil tindakan berdasarkan tujuan atau akibat tindakan tsb bagi kepentingan orang banyak atau dinilai baik karena dapat memberikan kegunaan / manfaat untuk orang banyak (Ruslan Rosady)
• Seorang ahli etika utilitarian yang terkenal yaitu seorang filsuf dari Inggris John Stuart Mill, dalam bukunya Konsep Utilitarianisme mengatakan: : ‘Selama suatu tindakan menghasilkan manfaat maksimal untuk semua orang, utilitarianisme tidak peduli yang dihasilkan oleh kebohongan, manipulasi, atau coercion (paksaan)’ (PP, 2008)
• Pendekatan yang sangat pragmatis untuk pembuatan keputusan etis.
• Beberapa jenis estimasi rasional dari hasil tindakan diambil untuk memaksimalkan kebaikan
• Mill menggambarkannya sebagai kebahagiaan/ menyenangkan orang lain
• Kriteria yang dipergunakan Etika Komunikasi Utiltarian yang penting adalah kegunaan; kesenangan, kegembiraan
• Perspektif yang diterapkan dalam bentuk kombinasi dengan perspektif lain.
• Konsep kegembiraan dari kaun Utilitarian mencakup sangat luas seperti nilai-nilai instrinsik yang berharga: persahabatan, kesehatan, pengetahuan

7. Perspektif LEGAL:
• Perilaku komunikasi etis sesuai dengan peraturan yang berlaku
• Tanda-tanda Komunikasi Efektif menurut Stewart L. Tubbs dan Sylvia Moss (2011:3) paling tidak/ apabila menimbulkan:
– Pengertian
– Kesenangan
– Mempengaruhi Sikap
– Hubungan Sosial yang Baik
– Tindakan

HAK & KEWAJIBAN – ETIKA KORPORASI
• Umumnya perusahaan yang dibatasi ruang gerak usahanya, akan membangun reputasi dengan program-program yang dapat meneguhkan posisi sebagai perusahaan yang ber-etika demi kelangsungan usahanya.
• Perusahaan yang banyak ‘dealing’ atau mendapat tantangan dari NGOs seperti Pertambangan, Polusi, Kesehatan , Kehutanan, ingin dipersepsikan sebagai perusahaan yang bertanggung jawab.
• Selain memang mereka dikenakan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (“UUPT”) serta Peraturan Pemerintah No. 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan Perseroan Terbatas (“PP 47/2012”)

HAK & KEWAJIBAN – ETIKET
• Hak & Kewajiban beperilaku sesuai dengan sopan santun yang berlaku pada sistem karakter keluarga, lingkungan sosial (lihat materi kuliah minggu lalu)

DIMENSI – DIMENSI:
Seorang Humas harus memperhitungkan etika dan tidak diperbolehkan memiliki sifat – sifat sbb:

1. AUTHORITARIAN
• Menganut Sistim Kekuasaan Absolut atau Authoritarian sedbagaimana dalam Totaliter Modern
• Mengapa? Sumber komunikasi Authoritarian berada pada kelompok penguasa /atasan. Sehingga seorang humas harus berpikir objektimenjalankan tugasnya secara objektif
• Sifat Authoritarian adalah etatism (semua ada ditangan penguasa), humas tidak leluasa dalam bergerak dalam menyampaikan pendapat dan meng-eksekusi program-programnya

Ciri-Ciri Authoritarian:
• Proses Komunikasi secara vertikal
• Transaksi komunikasi masyarakat (Infrastruktur Politik) tidak berkembang
• Media Massa dikendalikan secara ketat
• Feedback (opini publik) tidak tampak
• Tema Pesan:
• Sifat Kultus
• Loyalitas
• Orientasi wilayah atasan (Monarchi)
• Integritas Sikap, Perilaku, ke sistim Dogma (doktrin) Negara

2. LIBERAL
• Posisi humas saat ini sangat luas. Liberalisasi dan privatisasi perekonomian (pasar persaingan) menjadi peluang terbuka dan kompetitif sehingga komunikasi Pemasaran tidak dibatasi ruang
• Sistem libertarian menempatkan individu-individu sejajar dan mempunyai hak yang sama dalam berkomunikasi
• Sistim Liberal sangat berbanding terbalik dengan Sitem Authoritarian
• Merupakan salah satu bentuk dan konsep demokrasi
• Hakekat kebesan berkomunikasi adalah setiap individu mendapat kesempatan untuk memasarkan ide, pemikiran, gagasan dan keinginan terutama yang ditransformasikan melalui media massa
• Memperhatikan nilai-nilai yang berkembang dalam masyarkat sehingga feedback dalam bentuk pendapat, kritik, saran, konsep pemikiran input yang berharga
• Kebebasan berkomunikasi mendapat jaminan dari penguasa (pemerintah) kepada setiap warga negara sepanjang tidak merugikan orang lain (Hak masih tidak mutlak)
• Proses Komunikasi berlangsung berdasarkan Norma-Norma Komunikasi (Hukum-Hukum Komunikasi), yaitu adanya proses saling merespon antara komunikator dan komunikan
• Saling merespon berarti komunikasi ditempatkan sebagai subjek bukan objek sehingga komunikator tidak memproyeksikan pribadinya terhadap diri komunikan

Ciri-Ciri Libertarian menurut Sean Mc Bride dalam Many Voices One World Communication to Day and Tommorow :
• Setiap individu dijadikan partner bukan objek saja -> memiliki derajad yang sama
• Meningkatnya Pesan yang dipertukarkan -> proses secara normatif memenuhi hukum-hukum komunikasi yaitu berlangsungnya siklus yang tidak putus sepanjang tujuan komunikasi belum tercapai (model sirkular Osgood & Schramjm)
• Mendorong perkembangan dan kualitas komunikasi -> proses komunikasi bertujuan membagi pengalaman, pendapat, ide, harapan/cita-cita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *