PR Ethics: Model Retorika Isocrates, Socrates, Plato, dan Aristoteles

DAFTAR LITERATUR
FILSAFAT DAN ETIKA KOMUNIKASI
https://en.wikipedia.org/wiki/Isocrates#Program_of_rhetoric
http://wongdesarekoso.blogspot.co.id/2011/06/filsafat-ilmu-sejarah-dan.html
http://www.pustaka.ut.ac.id/dev25/index.php?option=com_content&view=article&id=960:skom4323-filsafat-dan-etika-komunikasi&catid=98&Itemid=500
https://kangarul.wordpress.com/2009/07/31/pengertian-dan-mazhab-filsafat/

PERKENALAN
• Sebagai calon komunikator tidak hanya dibekali etika humas saja tetapi harus mengenal Filsafat Komunikasi
yang berakar pada ilmu Fisafat
• Mempelajari filsafat akan membantu mengerti memahami dan menghayati arti hidup dan kehidupan, khususnya
dari sisi komunikasi dan spesifiknya Humas
• Mengenal filsuf akan mengenal jalan pikiran mereka khususnya dalam aplikasi teori ke-ilmuan, sedang mempelajari Mazhab-Mazhab (Aliran) Etika memberikan pemahaman akan nilai-nilai etika yang sifatnya obyektif, universal dan berlaku umum bersyarat.
• Para filsuf mengajari kita berpikir kritis, rasionalis, mendalam dan luas
• Berfilsafat merupakan cara berpikir radikal, menyeluruh dan mendasar
• Sesuai kehidupan para filsuf Periodisasi dibagi menjadi empat, yaitu klasik, tengah, modern dan kontemporer.
• Filsafat klasik (Yunani Kuno) didominasi oleh kepentingan untuk pemuasan intelektual semata atau ilmu
• Abad pertengahan diperalat oleh teologi (Gereja)
• Para pemikir diantaranya Francis Bacon (1561-1626) yang mengembangkan filsafat untuk kepentingan sains dan
teknologi untuk mencari keuntungan.
• Pemikiran Francis Bacon dikembangkan oleh Thomas Hobbes (1588-1679), John Locke (1632-1704), George
Berkeley (1685-1753) dan David Hume (1711-1776). Mereka adalah pemikir empirisisme yang akhirnya
pemikiran positivistik (Lingakaran Wina Austria)

MODEL RETORIKA – ISOCRATES
• Isocrates adalah salah satu diantara orator terkenal ahli pidato Yunani Kuno, seorang kaya yang hidupnya 436–338 SM (dipengaruhi gurunya Prodicus and Gorgias; juga akrab dengan Socrates (470 – 399 SM)
• Isocrates mendefinisikan retorika sebagai pengungkapan perasaan lahiriah dan batiniah dan berpikir (teori psikologi)
• Bukan hanya ekspresi, tapi alasannya, perasaan, dan imajinasi.
• Seperti kebanyakan yang belajar retorika sebelum dan sesudah dia, Isocrates percaya retorika digunakan tidak
saja untuk membujuk diri kita sendiri dan orang lain, tetapi juga digunakan dalam mengarahkan urusan
publik.
• Isocrates menjelaskan retorika sebagai cara ‘mengubah sifat ‘ kebinatangan manusia’ yang ada dalam diri dan
memungkinkan menjalani kehidupan yang beradab
• Isocrates punya sekolah yang memiliki Program pendidikan retoris
• Isocrates menekankan kemampuan untuk menggunakan bahasa dalam mengatasi masalah-masalah praktis,
dan ajaran dia disebut sebagai lebih dari sebuah filosofi dari sebuah sekolah retorika.

Dia menekankan bahwa ada tiga syarat untuk belajar:
• Bakat alami yang dibawa sejak lahir,
• Pelatihan pengetahuan yang diberikan oleh guru dan buku teks,
• Penerapan praktek yang dirancang oleh pendidik

Selain memiliki kemampuan alami, berlatih / praktek menjadi lebih penting daripada aturan atau prinsip-prinsip retorika
• Isocrates menekankan pendidikan kewarganegaraan
• Berlatih menyusun dan menyampaikan pidato pada berbagai mata pelajaran.
• Daripada menggambarkan aturan statis, Isocrates kemampuan ahli pidato untuk beradaptasi dengan keadaan situasi yang berubah-ubah
• Isocrates mementingkan pemahaman Philosophy (philo = philein = Cinta; sophia = Arif/wisdom) -> Bijaksana, Science (pengetahuan), and the arts (seni)
• Isocrates berpendapat bahwa orator yang ideal adalah seseorang yang harus memiliki tidak hanya kelebihan
ber-retorika, tetapi juga pengetahuan yang luas tentang filsafat, ilmu pengetahuan, dan seni
• Isocrates mengajarkan untuk menjadi seseorang orator / pembicara yang ideal yang harus memiliki tidak hanya
kelebihan retorika, tetapi juga pengetahuan yang luas tentang filsafat, ilmu pengetahuan, dan seni.
• Sebagai orang Yunani, paham Isocrates dipengaruhi ahli retorika Romawi, seperti Cicero dan Quintilian yang
menekankan konsep inti dari pendidikan seni liberal mempromosikan kebebasan, kontrol diri, dan kebajikan
• inovasi Isocrates dalam seni retorika lebih banyak memperhatikan pada ekspresi dan irama dengan kalimat
yang begitu kompleks dan artistik dibanding penulis Yunani lainnyaS
• Isocrates menulis koleksi sepuluh orasi terkenal
• Pada akhir perang Sosial yang mengerikan di 355 SM, Isocrates 80 tahun menulis sebuah orasi yang ditujukan
kepada majelis Athena terkait Hak Pada Perdamaian.
• Isocrates menulis pidato mengajak masyarakat membaca, meminta negara agar kedua belah pihak diberi
saling mendengar (interaksi)
• Mereka yang mendukung perdamaian karena perdamaian tidak pernah menyebabkan kemalangan, sementara konflik /perang membawa banyak bencana.
• Isocrates mengkritik penjilat sebagai pembawa kehancuran ranah publik
• Keberanian Isocrates melawan persekongkolan oleh Aristoteles menyebut peristiwa tsb sebagai ‘On the Confederacy’

MODEL – SOCRATES
• Socrates seorang yang banyak diperbincangkan karena kegigihannya mempertahankan pendapat-pendapatnya yang berbeda dengan orang lain
• Socrates dijatuhi hukuman mati dengan diminumi racun 399 SM karena banyak mempengaruhi pemikir-pemikir muda
• Socrates mengalihkan obyek pemikiran ke alam semesta (lingkungan) – K. Berten 1975
• Manusia harus bisa mengatur tingkah lakunya sendiri dan hidup dalam masyarakat
• Socrates mengutamakan Tingkah Laku dengan Berbuat Baik, Berperilaku Baik adalah Kebahagiaan Hidup Manusia

Berperilaku Baik harus memenuhi kriteria:
– Apa yang dimaksud Baik, Aman
– Apakah dampak kebaikan pada orang lain
– Apakah Norma memperbolehkan

• Penerapan metode tanya jawab dan penerapan etika ia memperoleh suatu kesimpulan yang tentang kebenaran dan karakter setiap orang
• Metode Socrates disebut ‘Dialektika’ dari kata Yunani ialeqesthai yang berarti bercakap-cakap atau berdialog
• Tujuan dialog untuk menemukan pengertian tentang kebajikan, maka Socrates menamainya ‘Metode MaieutikaTekhne’ (Seni Kebidanan), maksudnya komunikator berperan untuk membidani jiwa-jiwa (penerima) menuju Pemikiran Baru (mengubah perilaku)
• Metode Kebidanan tidak memberi pengetahuan tetapi dengan pertanyaan-pertanyaan membidani pengetahuan yang terpendam dalam pikiran/jiwa seseorang
• Socrates meningatkan tujuan kehidupan adalah kedamaian untuk kebahagiaan (eudaemonia) melalui arete atau virtue yang berarti kebajikan atau keutamaan yaitu pengetahuan
• Manusia tidak berbuat salah karena sengaja tetapi karena keliru atau tidak tahu
• Keutamaan itu pengetahuan yang menyeluruh (mengetahui seluk beluk yang terkait dengan apa yang akan dilakukannya / go detail)
• Keutamaan itu berkomunikasi dengan sistim/melalui proses belajar dan mengajar
• Memiliki Arete berarti PERFECT !

MODEL – PLATO
• Plato (428 – 347 SM) memiliki nama aseli Aristokles adalah murid Socrates
• Kematian Socrates merefleksikan pikiran Plato bahwa Pemimpin harus seorang filsuf karena akan berbuat Arif
dan memahami dalil-dalil perhitungan secara matematika / Ilmu Pasti (segitiga, lingkaran) yang berlaku pada
ilmu pasti itu sendiri dan yang tidak ditangkap panca indera / melalui pengertian -> empathy
• Konsep utama Plato adalah Teori Bentuk dengan menganalogikan manusia sebagai makhluk diciptakan
berwujud dalam bentuk yang abadi, tak berubah, jenis yang sempurna, didalamnya ada satu-satunya objek tertentu yaitu moral dan tanggung jawab menjadikan jalinan yang sempurna.
• Banyaknya objek dalam akal, yang terlibat dalam perubahan terus-menerus, manusia kehilangan semua eksistensi asli.
• Plato mendefinisikan lingkup retorika menurut dari sudut pandang negatif tentang seni. Dia mengkritik kaum Sofis (memiliki paham Manusia adalah makluk segala-galanya) yang menggunakan retorika sebagai sarana penipuan bukan menemukan kebenaran
• Plato mendefinisikan retorika sebagai persuasi massa yang bodoh jika digunakan di pengadilan dan majelis.
• Retorika, menurut Plato, hanyalah bentuk sanjungan dan fungsi sama pencitraan. Dengan demikian, Plato menganggap setiap pidato prosa panjang bertujuan mencari sanjungan sebagai dalam lingkup retorika
• Pemikiran Plato ber-orientasi pada kreatifitas/ide/gagasan sebagai inti dasar yang sifatnya Obyektif.
• Ide terdiri dari: Ide Umum dan Ide Konkrit
• Pemikiran Plato berdasar pada realitas. Manusia sesuai kodratnya adalah makhluk sosial yang hidup ber-negara.
Manusia bisa baik jika negara baik sehingga berlaku hukum timbal balik (take & give)
• Plato memperkenalkan Teori Politeia yaitu yang terpenting pada manusia adalah kejiwaannya.

Fungsi Jiwa menurut Plato:
• Bagian Rasional (to logistikon), yang dikaitkan dengan Kebijaksanaan (sophia)
• Bagian Keberanian (to thymoeides) , kehendak dikaitkan dengan Kegagahan (andreia)
• Bagian Keinginan (to epithymetikon): hawa nafsu, emosi yang harus dikaitkan dengan keutamaan pengendalian (sophrosyne)
• Untuk menjaga keseimbangan Fungsi Jiwa diperlukan Keadilan (dikaiosyne)

MODEL – ARISTOTELES
• Aristoteles (384 – 322 SM) memiliki memiliki pemikiran Filsafat terdiri dari:

1. Logika
2. Filsafat Alam
3. Psikologi
4. Biologi
5. Metafisika
6. ETIKA
7. Politik & Ekonomi
8. Retorika dan Poetika

• Salah satu yang paling terkenal adalah Teori Retorika adalah seni wacana (discourse), sebuah seni yang bertujuan meningkatkan kemampuan menulis atau berbicara untuk menginformasikan, membujuk, atau memotivasi dalam situasi tertentu
• Sebagai wacana, pernyataan dilakukan dengan tanda-tanda semiotik berkaitan erat dengan bidang linguistik tetapi konstruk abstrak yang memungkinkan tanda-tanda semiotik berupa simbol sebagai bagian penting dalam berkomunikasi dan menetapkan makna.
• Aristoteles merinci definisi retorika, sebagai kemampuan untuk mengidentifikasi cara yang tepat mempersuasi dalam situasi tertentu, sehingga membuat retorika berlaku untuk semua bidang, bukan hanya politik
• Akhir-akhir ini orang belajar retorika cenderung untuk memperbesar objek domain (di luar teks pidato)

• Menurut Aristoteles retorika yang baik harus fokus dengan mendefinisikan tiga genre yaitu :
– retorika-deliberatif,
– forensik atau yudikatif dan epideictic
– Individu banyak terlibat dalam menggunakan retorika dalam berbicara atau proses menghasilkan makna.

Contoh: Di bidang ilmu pengetahuan, para ilmuwan menggunakan retorika untuk membujuk audiens supaya mendukung/menerima temuannya

Ruang lingkup yang luas dari retorika sulit untuk ditentukan; Namun, dalam wacana politik banyak contoh paradigmatik mempelajari dan berteori teknik dan konsepsi persuasi, dianggap oleh banyak sinonim untuk “retorika.”

MENGENAL MAZHAB – MAZHAB

Ditilik dari pemaknaan para pemikir mazhab etika memiliki arti upaya suatu ilmu untuk memajukan perilaku manusia ber-etika yang dirumuskan lewat teori ilmu yang berhubungan dengan hal-hal baik dan buruk, susila dan tidak susila.

1. EGOISME:
Kaidah atau peraturan yang berlaku dari mazhab ini adalah tindakan atau perbuatan yang paling baik adalah yang memberi manfaat/hasil untuk diri sendiri selama waktu diperlukan (Sutrisno Hudoyo, 1979:48)
Egoisme secara praktis nampak dalam:

A. Hedonisme, tujuan untuk memperoleh kesenangan (hedone = kesenangan), tokohnya Eudrorus dan Epicurus. Epicurus menganjurkan agar manusia mempergunakan waktu sebanyak mungkin untuk bersenang-senang.

Macam-macam Hedoisme:

1. Etis, kesenangan merupakan tindakan keharusan.
Contoh: senang jika orang lain senang
2. Psikologis, fakta kejiwaan bahwa manusia selalu mencari kesenangan
Contoh: menyalurkan hobi, mengajak masyarakat melakukan kebersihan
3. Egois: Manusia mencari kesenangan sendiri dan sebanyak mungkin
Contoh: tidak memikirkan kesenangan orang lain
4. Altruistis: Kaidah kesusilaan perbuatan menghasilkan kesenangan banyak orang
Contoh: bersopan santun ketika memberi bantuan pada masyarakat yang tertimpa bencana
5. Universalistis: Manusia seharausnya mencari kesenangan untuk banyak orang
Contoh: melakukan kegiatan tanpa memandang ras, suku, agama (bantuan tsunami, pengiriman pasukan Garuda keTimur Tengah)
6. Estetis: Kesenangan pada keindahan
Contoh: Melibatkan diri pada kegiatan keindahan, kebersihan
7. Religius: Agama yang membangkitkan kesenangan keinsyafan
Contoh: Kegiatan yang mengajak kebaikan, lomba adzan untuk Napi/anak pembangunan tempat ibadah
8. Analistis: Menghasilkan konsekwensi kesenangan
Contoh: Mempelajari lingkungan dan dilakukan perbaikan
9. Sintetis Empiris: Pengalaman dari sebuah tindakan yang baik dan menghasilkan kesenangan
Contoh: Pengalam kegiatan yang menggembirakan dan diaplikasikan ulang ke wilayah lain
10. Sistem Apriori: Tindakan baik harus menghasilkan kesenangan
Contoh: upaya menghindari kegagalan dan menunda-nunda

B. Eudaemonisme, Yang berarti kebahagiaan baik badaniah dan rohaniyah. Pangkal kebahagiaan pada pengalaman. Kebahagiaan tidak akan tercapai apabila hanya mengejar kesenangan saja. Aristoteles mengatakan: Manusia hidup harus dapat mengembangkan bakat-bakat dan kemampuan yang ada pada dirinya sehingga kebahagiaan menjadi tujuan utama

2. DEONTOLOGISME
Suatu pendapat bahwa baik buruk atau benar salah suatu tindakan tidak diukur berdasarkan akibat yang ditimbulkan tetapi berdasarkan sifat-sifat dari tindakan/perbuatan. Suatu tindakan tidak dinilai dari hasil tetapi dinilai dari kewajiban moral dan keharusan; baik buruk perbuatan bukan dari hasil kerja tetapi dinilai dari sejauh mana upaya mencapainya (proses)

Ada dua bentuk Deontologisme:

• Tindakan: baik buruk dirumuskan dalam dan untuk situasi tertentu dan tidak ada peraturan secara umum, disebut Etika Situasi
Contoh: Mengolah pesan untuk kebaikan. Membagikan masker untuk korban asap dijalan umum yg padat

• Peraturan: Kaidah moral yang berlaku pada baik buruknya tindakan yang diukur atas beberapa peraturan yang berlaku umum, bersifat mutlak (taat peraturan umum)
Contoh: Membuat kegiatan harus ada ijin keramaian dari kepolisian

3. UTILITARIANISME
Baik buruknya tindakan diukur dari akibat yang ditimbulkan. Tolok ukurnya adalah hasil atau konsekuensi akibat perbuatan.

Ada dua bentuk Utilitarianisme:

• Tindakan: Menganjurkan agar segala tindakan harus mengakibatkan sedemikian rupa kelebihan kebaikan yang sebesar mungkin. Utilitarian Tindakan menganggap norma-norma moral yang universal tidak berlaku lagi. Yang penting adalah mempergunakan cara dan alat untuk mencapai tujuan, ringkasnya ‘menghalalkan segala cara’
Contoh: Kegiatan parade menghias logo, dipakai bunga edelweis (dilindungi)

• Peraturan: bertindaklah sesuai kaidah untuk menghasilkan kelebihan akibat baik sebesar mungkin
Contoh: Lomba membuat logo dari enceng gondok (rumput yang harus dibasmi)

4. THEONOM
Perbuatan susila berdasarkan kehendak dan sifat-sifat Allah, sehingga disebut: Theological Theory

Ada 2 macam:

1. Teori Theonom Murni, perbuatan dianggap benar apabila sesuai perintah Allah
Contoh: Seorang humas tidak ‘cipika-cipiki ‘ dengan bukan muhrim diacara bantuan anak yatim

2. Teori Umum/Kodrat, manusia diberi kebebasan tapi harus ingat siapa dirinya
Contoh: Tidak pantas membuat kegiatan ibu-ibu lomba panjat pinang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *