Humas Strategis

Sejarah HUMAS
• Humas muncul 1830 di US dengan istilah Press Agents (Grunig & Hunt 1982:27)
• Kegiatan Humas waktu itu manipulatif dengan tujuan promosi
• Tahap evolusi Humas dikenal sebagai Public Information
• Tahap berikutnya disebut sebagai Humas Dua Arah Asimetris dengan memperkenalkan feedback dari publik atas tanggapan pesan yang disampikan organisasi

Perkembangan HUMAS di Indonesia
• Diperkenalkan oleh Presiden Soekarno di Lembaga Pemerintah
• Fungsi saat itu sebagai penyampai informasi pemerintah kepada rakyat
• Pada jaman Presiden Soeharto dibentuk Departemen Penerangan fungsinya belum sepenuhnya kepentingan rakyat, komunikasi satu arah, berperan sebagai kordinator organisasi kehumasan pemerintah (Bakohumas)
• Pada jaman Gus Dur, Departemen Penerangan dibubarkan dan diperkenalkan Juru Bicara yang juga dipakai oleh SBY

Pengertian dasar HUMAS
• James Grunig 1984:6, the management of communication between an organization and its public
• Cutlip, Center dan Broom (1985:3) dalam Effective Public Relations: the management function which evaluates public attitudes, identifies the policies and procedure of individual or an organization with the public interest; and plans and executes a program of action to earn public understanding and acceptance

Tujuan HUMAS
• Menafsirkan kebijakan, praktek dan sifat-sifat operasi bisnis untuk publik
• Menafsirkan pendapat dan sikap publik pada perusahaan
• Menyingkap dan mencegah permasalahan anggota organisasi
• Memperoleh penerimaan atas produk, meningkatkan penjualan, memperoleh konsesi lainnya dengan cara beretika dari konsumen
• Memandu manajemen dalam membuat keputusan
• Personifikasi/Profil perusahaan
• Memusatkan pada layanan (Service Excellent)

Tugas HUMAS
• Pencarian data (fact findings), pencarian fakta mencakup opini, sikap dan reaksi melalui riset/survey dan melakukan evaluasi
• Mengidentifikasi dan menyesuaikan kebijakan organisasi dengan kepentingan publik
• Manajemen Komunikasi : POAC (Plan, Organizing, Actuating, Control)
• Menyampaikan kebenaran , disaat yang tepat
• Bekerja pro-aktif , bukan reaktif / responsif

Fungsi HUMAS
• Don Barnes (praktisi dari Australia):
• Memberi saran kepada pihak manajemen hal berkait dengan kebijakan yang diambil, dampak kebijakan bagi publik
• Mengkoordinasikan kegiatan komunikasi organisasi
• Melakukan Lobby & Negosiasi
• Menyediakan sarana bagi organisasi untuk berkomunikasi /berhubungan dengan publik
• Mencari tahu/mencari informasi tentang opini publik terhadap organisasi (Johnston & Zamawi, 2004)

Praktek HUMAS dipengaruhi
• Demokrasi adalah faktor pendorong perkembangan Humas (Sriramesh 2004)
• Komunikasi Dua Arah akan berjalan jika didasari keterbukaan, prinsip menghargai. Humas akan berkembang dinegara yang menghargai HAM dan pendapat rakyat
• Industrialisasi, pasar bebas dengan kompetisi terbuka membutuhkan strategi Humas (Sriramesh 2004) untuk memenangkan persaingan.
• Humas berperan membangun citra dan mempertahankan reputasi produk dan korporasi
• Perkembangan IT, era cyber menembus dinding tanpa batas menjadi tantangan Humas saat ini. Disamping memudahkan cara kerja juga membutuhkan penanganan strategik
• Good Governance, penerapan tata kelola yang bersih, iklim usaha yang sehat , masyarakat yang aktif

Stake Holder: Internal & Eksternal

Grunig & Hunt, 1984: Humas sebagai ‘boundary spanner’ karena posisinya berada di perbatasan dengan management puncak.
PR tidak harus dalam isolasi ; PR adalah koalisi dominan

Peran HUMAS
• Grunig & Hunt, 1984 merujuk Broom & Dozier
• Peran Manager: POAC (planning, organizing, actuating, control
• Peran Tehnisi: membuat press rilis, pidato, edit majalah, undang media, media monitoring
• Diskriptif:
• Expert Preciber: Memberi ide dan cara menyelesaikan masalah kehumasan untuk organisasi melalui penyajian data dan informasi
• Communication Facilitator : sebagai mediator, terwujudnya komunikasi dua arah antara organisasi dengan publik termasuk lobby
• Problem Solving Process Facilitator: Memecahkan masalah komunikasi antar bagian dalam dan luar organisasi
• Media Relations Role, membangun hubungan win-win dengan media
• Preparation: Sumber (spoke person); Pesan; Khalayak, Saluran; menampung & mengevaluasi Feedback

HUMAS – Marketing (Marcomm)
• Marketing meliputi aspek pengenalan dan pengetahuan produk, promotion dan distribusi barang dan layanan untuk target publik
• Public relations sangat penting bagi ethical products i.e. pharmasi, susu formula, cigarette berkomunikasi dengan publik

Case Study – Marketing
Promote Program:
• Emphasizing messages for TV Ad
• ASI Campaign to support Infant Formula Launch
• Peluncuran Produk Baaru

PR Ethical Products
• Edukasi obat missal: jantung, diabetes, stemcell, vitamin, ginjal dan CAPD (Continuous Ambulatoric Peritonial Dialysis)
Pediatric Neurologist & Neuro emergency in daily practice

Public Education:
• Safety foods ingredients : Aspartame; UHT Packaging
• Research Findings announcement

Controversial Communications
• Viagra launch

HUMAS Corporate
• PR membantu membangun kredibilitas dan menjaga reputasi perusahaan untuk kelangsungan organisasi
• PR membantu perusahaan dalam mengelola situasi krisis
• PR membantu perusahaan dalam membangun kemitraan yang kuat dengan para pemangku kepentingan
• PR menumbuhkan kesadaran sosial melalui pemberdayaan komunitas
• PR terlibat pada lingkungan sosial (politik, ekonomi dan budaya)

Case Study – Corporate
Litigation:
• Advertising Comparison dispute
• Paten missal Extra Joss vs Enerjos

Industrial Relations:
• Employee demo

Community Social Responsibility (CSR)
• School Library
• SSB Development Program
• Kalbe: Promag – MULIA; Cerebrofot – Get my next graduation

HUMAS dengan MEDIA
• Membangun kerjasama saling menguntungkan (win-win)
• Pemberitaan gratis tapi sulit dikontrol
• Mengutamakan Nilai Berita
• Lebih terpercaya dari pada iklan

Cara mengevaluasi kegiatan PR :
• 4-success measurements:
• Tangible and Intangible
• Accepted or Rejected
• Run smoothly
• No negative impact: coverage, demo

Lain-lain:
• Number of events achieved/number of people participated
• Amount of literature distributed
• Communication audit/market research among guests, media, etc
• Achieving coverage target media
• Media coverage (col x cm) and equivalent advertising rate
• Mention messages
• Tone of information
• Position in media
• B/W-color photo coverage
• Competitor comparison
• Public responses

HUMAS – Think Outside Your Box!
• Komitmen Jangka Panjang (long term commitment)
• Media Relations bukan ad-hoc actitivy
• Perusahaan tidak memiliki batas interaksi begitu juga kreatifitas insan didalamnya
• Pesaing dan publik terus mengawasi dan mengincarnya
• Pasar yang berkembang
• Posisikan produk internasional dengan kearifan lokal
• Berkejaranlah dengan waktu seolah besok akhir dari kehidupan
• So.. be CREATIVE, STRATEGIC, PRO ACTIVE, & ANTICIPATIVE

Sumber:
1. Internal Dokumen praktek dan pelatihan @PR
2. Liestianingsih DD, Frida Kusumastuti, Ratih Puspo dalam Buku Materi Pokok Hubungan Masyarakat Univ.Terbuka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *