Pengertian dan Jenis Publik dalam Public Relations

oleh: Aselina Endang Trihastuti, MBA

Publik menjadi bagian dari konsep organisasi yang sangat penting. Tanpa adanya publik sebuah orgaisasi tidak akan bisa melangsungkan kehidupannya. Mereka adalah sasaran utama dan yang harus ‘dijaga’, oleh sebab itu peran humas sebagai salah satu ‘management function’ adalah bisa membuat hubungan baik dengan publik, mencari informasi dari publik dan men-supply informasi kepada publik.

Baik dari perspektif sosiologi, psikologi (gabungan dari Herbert, Blumer dalam Grunig & Hunt -1984; Bernard Hessey-1998; Newson, Turk, Kruckerberg dan Moore) maupun komunikasi (Rahmat -1997) Publik atau sejumlah besar orang, heterogen dalam latar belakang demography,memiliki ketertarikan pada suatu masalah, ada yang saling mengikat dan mereka tidak saling mengenal. Sedangkan Jefkins – 1995 menyebutkan bahwa pubik dalam Publik Relations adalah kelompok orang yang berkomunikai dengan suatu organisasi baik internal maupun external.

Ada dua bagian publik dalam organisasi yaitu:
1. Publik internal yaitu orang-orang yang ada dalam lingkungan organisasi meliputi karyawan dari berbagai tingkatan termasuk pemegang saham
2. Publik external yakni orang-orang diluar organisasi yang biasa disebut ‘stake holder’ atau pemangku kepentingan yang terkait dengan organisasi seperti penduduk sekitar, komunitas, konsumen, distributor, agen, asosiasi, supplier, LSM, pemerintah dan media.

Kelompok kepentingan ini terdapat ikatan berupa kepentingan yang mempersatukan dan menciptakan kesamaan pandangan yang mengarah pada satu kebulatan terhadap persoalan (Moore – 1981).

Mereka inilah kelompok yang bisa membuat ‘opini’ atau ekspresi / anggapan yang baik maupun yang merugikan organisasi. Mereka juga dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahan baik secara ekonomi, social dan budaya. Secara ekonomi bisa menumbuhkan multiplyer effect misalnya pada tempat pabrik muncul pedagang kaki lima yang dapat merubah status social masyarakat sekitar dan juga dapat menimbulkan permasalahan mengingat penjualnya terdiri dari berbagai etnis dengan budaya berbeda-beda. Demikian pula media memiiki kemampuan menggiring opini untuk keberpihakan misalnya kampanye capres atau LSM peduli TKI yang memaksa pemerintah menghentikan ‘ekspor’ tenaga kerja Indonesia ke beberapa Negara.

BERITA
Klasifikasi berita tentang sikap tegas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jelas masuk pada ranah publik external. Laporan penelitian Edelman bertajuk Edelman Trust Barometer 2014 (Okezon,5 Feb.2014), dilakukan secara online terhadap 1000 responden kategori masyarakat umum berumur 18 tahun ke atas dan terhadap 200 responden dalam kategori masyarakat yang berumur 25-26 tahun, berlangganan koran dan minimal pendidikan S1 selama Oktober-November 2013. Nampaknya Edelman bermaksud menjaring opini publik ‘luar’ terkait efektifitas kerja KPK, sehingga tidak menggunakan publik internal agar didapat pandangan yang objektif.

IMPLIKASINYA PEMBAGIAN PUBLIK TERHADAP HUMAS
Salah satu fungsi Humas (Grunig 1984:6) adalah the management of communication between an organization and its publiks. Publik disini menurut Zawawi(2000:4) adalah a group of people who share interest or concerns.

Mereka (publik/kelompok orang-orang) bisa berada didalam (internal) atau diluar (external) organisasi yang bisa membuat opini menguntungkan atau merugikan organisasi. Mereka sering disamakan sebagai Stakeholder (Kasali 1994).

Pembagian publik pada Humas memiliki implikasi penanganan yang sangat kompleks meski mempunyai kesamaan dalam hal komunikasi terbuka yang oleh Ivy Ledbetter Lee berasas ketulusan (candor) dan kebenaran (truth).

1. Publik internal yaitu orang-orang yang ada dalam lingkungan organisasi meliputi seluruh karyawan termasuk pemegang saham perlu pendekatan psikologi secara phisik karena mereka berada dalam tempat yang sama.
2. Publik external yakni orang-orang diluar organisasi yang tersebar secara geografis,heterogen, anonim yang menerima pesan komunkasi baik melalui pendekatan atau memerlukan komunikasi secara massa yang melibatkan media

Oleh sebab itu seorang humas harus memiliki keahlian komunikasi dua arah yaitu dengan siapa berbicara, dimana, apa pesan yang ingin disampaikan dan mudah ditangkap dengan hasil apa, selain kompetensi khusus dalam hal berhubungan dengan media disertai tehnik-tehniknya yaitu kwalitas press release, penyelenggaraan acara media dan lain lain.

sumber bacaan
Modul Humas – SKOM4103 UT – Liestianingsih Dwi Dayanti, Frida Kusumastuti, Ratih Puspo

One thought on “Pengertian dan Jenis Publik dalam Public Relations”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *