Stakeholders: Klasifikasi dan Kebutuhannya

Stakeholder atau dalam dunia usaha diterjemahkan ‘Pemangku Kepentingan’ adalah para pihak yang terlibat pada eksistensi/kinerja organisasi yang harus dikenali dan dikelola dengan baik (Robbin & Coulter 2004).

Dari intensitas hubungan dengan stakeholder didapat manfaat sbb:
• memprediksi perubahan lingkungan (melalui feedback dan interaksi)
• melakukan inovasi
• menumbuhkan daya kreatifitas
• meningkatnya kadar kepercayaan (kredibilitas)
• lebih bisa fleksible (mengatur dan tidak diatur)
• reputasi yang baik

Kutipan beberapa definisi stakeholder diantaranya: Freeman (1984) mengatakan sebagai kelompok atau individu yang dapat mempengaruhi dan atau dipengaruhi oleh suatu pencapaian tujuan tertentu; Richard L Daft (2006) memandang setiap kelompok didalam maupun diluar organisasi yang memiliki kepentingan terhadap kinerja organisai; Robbin & Coulter (2004) mengemukakan semua pihak dalam lingkungan perusahaan yang terpengaruh oleh keputusan dan tindakan organisasi.

Bila diambil poin-poin definisi diatas, stakeholder adalah kelompok atau individu baik didalam maupun diluar organisai yang mempengaruhi atau dipengaruhi oleh keputusan dan tindakan organisasi.

Dalam Komunikasi Pemasaran, Kotler (1997) menyarankan titik awal untuk mencapai kinerja yang tinggi, perusahaan harus mendefinisikan siapa pihak yang berkepentingannya (stakeholders) dan apa kebutuhan mereka.

Oleh sebab itu langkah awal yang harus dilakukan adalah mempetakan/klasifikasi (stakeholder mapping) dan dibuat pengelompokan (punctuation) guna memudahkan menyusun strategi komunikasi sesuai jangkauan interaksi dan bentuk kegiatan sesuai kebutuhan dan menghasilkan win-win solution.

Klasifikasi & Kebutuhan Stakeholder dikelompokan menjadi:

Stakeholder internal: pihak yang ada dalam organisasi.

  • Manajemen pengelola atau yang menjalankan organisasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh pemegang saham dan kelangsungan usaha
  • Employee (sejawat kerja atau karyawan) yang setiap hari berhubungan dalam menjapai tujuan melalui mekanisme dan sistem kerja dan sama-sama membutuhkan pertukaran informasi (information exchange/discussion/reporting), peningkatan kognisi (melalui edukasi/pemahaman), motivasi (afeksi) dan konatif (tindakan/action)
  • Pemegang saham: pemodal membutuhkan informasi segala bentuk kegiatan pemasaran

Stakeholder eksternal: pihak luar/organisasi lain yang terlibat kegiatan pemasaran, bisa dipengaruhi untuk menggalang keberpihakan serta diantisipasi

  • Saluran/distribusi (distributor, wholesaler, retail): kelompok essential dalam hal penetrasi pasar dan butuh ketersediaan barang (availability)
    Konsumen/Pelanggan: Khalayak utama yang harus dipenuhi kebutuhan dan terpuaskan
  • Komunitas: Kelompok yang memiliki hubungan emosi
  • Pesaing/competitor: mengetahui strategi bauran komunikasi nya
  • Agencies & konsultan; Periklanan, jasa kehumasan (dibutuhkan untuk men-design strategi komunikasi)
  • Suplier/Pemasok (kebutuhan bahan baku, kemasan/packaging)
    Lembaga Nirlaba(NGO/LSM): YLKI, Pemerhati Lingkungan, Masyarakat Peduli: Rokok, ASI dll)
  • Asosiasi (APPINA, Perhumas, AMA): wadah meng-update informasi industri
  • Pemerintah: Departemen sebagai pengatur kebijakan/regulasi (Dep. Perindustrian, Perdaganan, Kesehatan/BPOM; Kominfo tentang periklanan):
  • Media: Cetak, elektronik dan sosmed: penyedia dan penerima informasi.

One thought on “Stakeholders: Klasifikasi dan Kebutuhannya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *