Contoh Model Komunikasi Massa

  • MODEL JARUM HIPODERMIK (Jarum Suntik/Peluru/Stimulus Respons):
    Contoh: Pemberitaa/terpaan media massa yang gencar mengenai kasus pedofilia murid JIS
    mengakibatkan elemen masyarakat pendidikan dan orang tua merasa prihatin. Pemerintah ikut
    ambil bagian dengan meninjau perijinan sekolah, orang tua melakukan pengetatan pengawasan
    anaknya dan KPAI (NGO) mendesak perlindungan anak, berbagai ormas agama pun ikut
    serta kasus inipun digelar/berbuntut di Peradilan.

• MODEL KOMUNIKASI SATU TAHAP (Individual Differences, DeFleur):
Contoh: Kami sekeluarga menonton berita di TV tentang kasus artis dangdung SJ yang dilaporkan melakukan pelecehan sexual/pencabulan. Dalam berita ditayangkan video wajah SJ ketika menutup pintu rumah (mungkin didepannya banyak wartawan) dengan expresi wajah panic/pucat. Pembantu saya nampak iba dan merasa kasian, sedang sopir kami mengecamnya. Mereka berdua ribut sendiri karena masing-masing secara personalitas memiliki perbedaan dalam menangkap stimulus (berita)

  • MODEL KOMUNIKASI DUA TAHAP
    Contoh: Untuk mensosialisasikan Kampanye Pengaman Pangan, Asosiasi Perusahaan Makanan &
    Minuman bekerjasama dengan beberapa asosiasi-asosiasi industry dan Dinkes membuat program
    edukasi lewat media. Namun mengingat bahwa kekuatan media saja dirasa tidak cukup, maka
    dilakukan pendekatan ke beberapa organisasi masyarakat seperti PKK, Guru, Pedagang Makanan
    Jalanan serta Tokoh Masyarakat lainnya yang berperan sebagai perantara ikut mengingatkan warga
    masyarakat agar berhati-hati dalam membeli makanan yang banyak pengandung Pewarna,
    Pengawet Dan Perasa.
  • MODEL KOMUNIKASI BANYAK TAHAP
    Contoh: Selain Demam Berdarah yang dianggap epidemi yang sulit dibasmi, kini muncul Virus ZIKA. Untuk membangun kesadaran masyarakat tentang ‘bahaya’ Zika, Departemen Kesehatan melalui Dinkes menggelar berbagai kegiatan dengan media diantaranya press conference dan juga merangkul Kecamatan dan Kelurahan, RT dan RW, PKK serta organisasi arisan warga melakukan kegiatan berupa seminara/penyuluhan, edukasi baik lewat semua jenis media massa baik Surat Kabar, Majalah Keluarga/Kesehatan, Radio, TV dan media social serta memproduksi alat bantu komunikasi lainnya seperti brosu, spanduk dan juga melakukan kegiatan komunikasi tatap muka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *