Isu Kontroversial yang Menarik Opini Publik

Setiap kali pemerintah mengeluarkan kebijaksanaan yang menyangkut harkat kehidupan orang banyak khususnya masyarakat kalangan bawah dan berdampak sistemik, pasti akan mengundang opini dan opini tsb bisa berdampak menjadi isu selanjutnya menjadi krisis/konflik.

Opini , pengintegrasian pendapat yang dikoleksi dari seseorang (termasuk berbagai pakar) yang hampir sama berdasar diskusi yang dilakukan pada masyarakat (Bogardus dalam Sastropuro, 1987: 53) mengenai permasalah actual yang menarik perhatian disampaikan ke Publik dalam hal ini kumpulan orang (rakyat) yang berminat dan tertarik pada suatu masalah dan berhasrat mencari jalan keluar dan mewujudkan tindakan yang konkret.

Contoh dalam hal ini pembahasan tarik ulur kenaikan BBM yang melibatkan dua tokoh penting Indonesia yaitu Presiden dan Presiden Terpilih.

Isu yang sarat dengan nuansa politik (pemerintah baru), ada tokoh ‘idola’ dan memiliki ciri kontroversial (tidak disepakati rakyat) ini dihembus keras oleh media (di Komunikasikan secara Massa) membuat masyarakat supaya siap akan adanya kenaikan harga disemua sektor . Atau bahkan menjadi was-was dan pengamat ‘laku’ keras.

Pembahasan terbuka dianggap perlu karena diharapkan timbul Reaksi yang dapat mempengaruhi kebijaksanaan dan memberikan feedback pada pemerintah dari dampak kenaikan atau bisa juga sebagai pre-conditioning pada masyarakat dalam menyikapi kenaikan jauh – jauh hari.

Selain itu kebebasan mengutarakan pendapat adalah bagian dari HAM yang tertuang dalam beberapa pasal (27 s/d 34) UUD ’45 telah dimanfaatkan baik oleh pengamat dan media sesuai dengan Proses Komunikasi (Wilbur Schramm) yaitu :
1. Ada Komunikator
2. Memiliki Pesan yang harus disampaikan
3. Penerima Komunikasi atau Komunikan

Opini Publik dan Komunikasi Masa memiliki hubungan erat. Media membutuhkan isu baru untuk konsistensi pengisian berita di halamannya, Publik butuh informasi. Jadi masing-masing diuntungkan (win-win).

Harwood L. Chill (dalam Sastropuro, 1987) mengemukakan bahwa peranan opini public disebabkan oleh berbagai alasan yaitu:
1. Paham Sistem Demokrasi , dimana rakyat dilibatkan paling tidak menggunakan hak suaranya
2. Bagian dari Pendidikan dimana orang jadi pandai, tahu dan sadar
3. Perkembangan Tehnologi Komunikasi dalam hal ini menyebarkan informasi dan bisa menggalang keberpihakan

Ketiga unsur ini memang sedang ‘melanda’ Indonesia sehingga Isu Kontroversial yang Popular akan cepat berkembang dan mudah mengundang Opini Publik

Sumber bacaan: Buku Materi Pokok Opini Publik – SKOM4321 – Betty RFS Soemirat; Eddy Yehuda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *